
| Sabtu, 17 April 2004 | Sala |
Di Sragen 5 Partai Juga MenolakSRAGEN- Sejumlah fungsionaris partai politik terutama dari PDI-P dan Partai Bintang Reformasi (PBR) keberatan menandatangani hasil akhir penghitungan suara di Sragen. Mereka mengaku kecewa dan menolak meneken BAP hasil penghitungan. ''Terus terang kami kecewa dengan cara penghitungan di Daerah Pemilihan (DP) V yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Sambirejo, Gondang, dan Sambungmacan,'' tutur Sekretaris DPC PDI-P Ir Hery Sanyoto. Hery didampingi Wakil Ketua Joko Kristanto SPd mengaku tidak ingin mendapat tambahan kursi. ''Tapi kami ingin kebenaran hakiki, kenapa perolehan suara kami berbeda dari laporan hasil PPK,'' tandas Hery sambil menunjukkan setumpuk data. Beberapa partai lain, seperti Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Pelopor, dan PNBK juga menolak hasil penghitungan suara. Saat dimintai konfirmasi terpisah, Setyadi, anggota KPU dari Divisi Pemungutan Suara dan Hasil Pemilu, menyatakan adalah hak partai untuk tidak mengakui atau menandatangani BAP. Penolakan itu akan dibuatkan laporan tersendiri. Dia mengatakan, jika ada penolakan atau protes, semestinya dilakukan sejak di PPK dan bukan dalam rapat pleno di KPU. ''Kami segera melaporkan hasil penghitungan akhir secara apa adanya ke KPU Pusat dan Provinsi,'' katanya. Dilaporkan Sementara itu, Nur Iskandar Darusman dari PBR mengemukakan, selama ini KPU belum mampu menjembatani keinginan partai. Banyak partai yang dirugikan dengan kebijakan KPU. Setelah penghitungan suara rampung Rabu lalu, sejumlah anggota KPU menerima ancaman melalui SMS. Di antara penerima teror lewat SMS itu adalah Waluyo SH, anggota KPU yang dikenal pendiam. ''Saya memang menerima SMS yang isinya mengancam keselamatan jiwa saya,'' ungkapnya. Meski ada penolakan atas hasil penghitungan suara, kegiatan di Sekretariat KPU berjalan lancar dan tidak ada kendala dalam bentuk demo yang mengganggu kinerja komisi itu. (nin-49j) |