
| Sabtu, 17 April 2004 | Sala |
Masyarakat Masih Apatis terhadap LingkunganKOTA- Tuntutan masyarakat terhadap kondisi lingkungan hidup, dalam pandangan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, saat ini masih lemah. Akibatnya, tidak banyak kebijakan yang berpihak pada lingkungan hidup. Karena itu, perlu peningkatan kesadaran masyarakat. "Jika tidak ada makanan, masyarakat akan menuntut pemerintah. Tidak ada barang, masyarakat pun menuntut. Akan tetapi soal lingkungan, masyarakat tidak banyak bicara. Permintaan masyarakat tentang kondisi lingkungan hidup yang baik hingga kini masih lemah. Padahal, sering kali ada anggapan jika tidak ada permintaan, tidak ada tuntutan. Berarti soal lingkungan tidak ada bermasalah," ungkapnya dalam pertemuan nasional Environmental Parliament Watch di Hotel Kartika Kusumasari, kemarin. Dalam tatanan demokratis, masyarakat yang tidak menuntut haknya terhadap lingkungan yang baik dan sehat akan membuat pemerintah kurang memedulikan pelestarian lingkungan. Akibatnya, kerusakan lingkungan menjadi berkepanjangan. Untuk itu, masyarakat perlu diberdayakan agar mampu memengaruhi proses pengambilan keputusan untuk kepentingan umum di bidang lingkungan hidup. Permintaan masyarakat terhadap kondisi lingkungan hidup itu dapat dikemukakan langsung atau disalurkan melalui DPRD. "Apakah permintaan lingkungan itu benar-benar dijalankan DPRD? Itulah yang akan menjadi sasaran pengawasan Environmental Parliament Watch. Dia mengemukakan, banyak masalah lingkungan yang harus dihadapi. Secara nasional, permasalahan terbesar yang sekarang harus dihadapi adalah kerusakan hutan akibat penebangan liar. "Pada masa transisi pemerintahan lalu, banyak pelanggaran dilakukan, termasuk menebang hutan seenaknya," paparnya.(F11-17j) |