
| Sabtu, 17 April 2004 | Sala |
"Perlu Kajian soal Arus Lalu Lintas"GAGASAN agar Pemkot Surakarta membangun subterminal angkutan kota (angkot) di tanah bekas SPBU Gilingan, Banjarsari mendapat tanggapan positif dari Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Solo Ponco Wibowo SH SpN. Saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, dia mendukung gagasan tersebut. "Jika usulan itu memang dari masyarakat, tidak ada alasan DLLAJ menolak. Berikut petikan perbincangan dengannya. Bagaimana komentar Anda soal usulan itu? Saya kira, masyarakat yang mengusulkan itu mesti sudah memperhitungkan. Saya bisa menerima dan mendukungnya, apalagi usulan itu datang dari masyarakat. Ini berarti masyarakat mempunyai kepedulian terhadap masalah lalu lintas, khususnya bidang transportasi angkot. Di Terminal Tirtonadi kan sudah ada lahan untuk angkot? Sebagai terminal kelas tipe A, Tirtonadi sudah dilengkapi dengan sarana untuk angkutan umum baik antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), lintas pulau, ataupun angkutan perkotaan dan pedesaan. Di dalamnya, angkot juga sudah disediakan lahan parkir. Terminal hanya menjadi jalur lintas angkutan, bukan pangkalan awal ataupun akhir rute angkot. Sistem jalur angkot seperti ini yang membedakan dengan kota lain. Di kota lain, terminal bus sekaligus terminal pangkalan angkot. Rencana DLLAJ soal gagasan itu? Kami akan koordinasikan lebih dulu. Gagasan itu positif dan memaksimalkan lahan yang kurang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, kami akan melakukan kajian teknis di lapangan menyangkut arus lalu lintasnya, kapasitas subterminal, dan dampak subterminal itu bagi terminal bus. Dengan kajian tersebut, diharapkan kehadiran subterminal akan memberikan manfaat lebih baik, khususnya di bidang transportasi angkutan perkotaan, dan masyarakat pada umumnya. Apalagi di kawasan itu memang merupakan daerah yang padat arus lalu lintasnya dan berada di jalan antarprovinsi. Kesan kumuh di tanah bekas SPBU diharapkan bisa dieliminasi dengan kesibukan angkot yang teratur dan tertata.(Sri Wahjoedi-17j) |