logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Sala  
Line

Senjata yang Dipakai Diduga Jenis Revolver

  • Perampokan di Goro Assalam

GENDENGAN- Uji balistik proyektil senjata api perampok yang menewaskan Abrip Khomaedi terus dilakukan petugas Puslabforkrim Polda Jateng. Diduga kuat, senjata yang digunakan pelaku dari jenis revolver, hanya berapa kalibernya belum diketahui pasti.

Kapolwil Surakarta Kombes Hasyim Irianto SH sejauh ini juga belum bersedia membeberkan hasil temuan timnya.

"Ada sejumlah tim, mereka kini sedang bekerja. Apa yang mereka temukan, kami harapkan bisa saling melengkapi. Soal senjata yang digunakan pelaku masih dipelajari, tapi kemungkinan jenis revolver," ungkapnya, kemarin.

Menurut penjelasan dia, tim gabungan dari Polda, Polwil Surakarta, Polres Sukoharjo, dan Polresta Surakarta mulai melakukan pencarian para pelaku.

Mereka mendata para "pemain lokal" yang diduga turut membantu kawanan penjahat yang menewaskan Khomaedi.

"Penjahat lokal juga kami sisir. Sebab, siapa tahu mereka ikut berperan dalam aksi kejahatan itu. Sementara itu, pelaku yang masih kami cari kemungkinan berasal dari luar Solo."

Sebelumnya, Kapolda Jateng Drs Didi Widayadi MBA mengungkapkan, penjahat yang beraksi di Goro Assalam tergolong profesional dengan tindakan yang sangat sistematis. Mereka sengaja menghabisi Khomaedi sebelum membawa kabur hasil rampokannya. "Tembakan itu diarahkan pada tubuh yang mematikan, bukan sekadar melumpuhkan," ungkap dia di Solo, Rabu lalu.

Dia menyebutkan, untuk menghindari risiko kejatuhan korban dari unsur Polri, pihaknya memerintahnya jajarannya bertindak tegas kepada penjahat yang membahayakan jiwa polisi. "Jangan ambil risiko, tembak di tempat saja," tegasnya.

Bukan Rakitan

Soal senjata yang digunakan perampok di Goro itu, sebuah sumber di Mapolwil Surakarta menerangkan, dilihat dari beberapa bekas tembakan di lokasi kejadian, dapat disimpulkan senjata api itu asli, bukan senjata rakitan.

"Senjata yang kami duga revolver itu asli buatan pabrik. Proyektil senjata penjahat itu mampu menembus aluminium. Ini bukti bahwa senjata itu memiliki daya lontar tinggi yang tak mungkin ditembakkan dari pistol rakitan," tutur sumber itu.

Hingga kemarin, kesibukan aparat Polresta Surakarta terus meningkat. Sejumlah petugas fungsi dilibatkan dalam pencarian perampok di Goro Assalam, Pabelan, Sukoharjo itu. "Hari ini (Jumat-Red), ada tim yang berangkat ke Kendal. Sebelumnya, tim lainnya juga pergi ke Malang," ujar salah seorang aparat Reskrim Polresta, kemarin.

Setiap tim harus mengacu pada rencana kegiatan yang dibuat Kasat Reskrim AKP Masrur. Pembuatan rencana kegiatan itu selalu dilakukan Polresta Surakarta bila mereka sedang mengungkap kasus-kasus berat. "Kami berharap, dengan rencana itu setiap hari ada kemajuan. Setelah mengerucut, barulah diketahui siapa kawanan perampok itu," ujar polisi itu. (san-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA