logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Berita Utama  
Line

Karimunjawa, Mutiara Alam yang Terpendam

PERAHU KACA: Dengan kapal kecil jenis ini, kita dapat melihat kapal menyusuri pulau-pulau kecil yang ada di Karimunjawa. Dasar kapal dibuat dari kaca sehingga kita dapat melihat panorama bawah laut, cukup dari atas perahu. - SM/Surya Yuli P

SELAMA ini Kepulauan Karimunjawa tak ubahnya mutiara alam nan cantik yang terpendam di dasar lautan dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kepulauan yang masuk di wilayah Kabaputen Jepara itu masih terlihat perawan karena belum sepenuhnya tergarap untuk kepentingan pariwisata. Hal ini disebabkan oleh minimnya akses ke wilayah itu.

Kalau selama ini pernah menyaksikan keindahan alam bahari kepulauan Hawaii di televisi, sebenarnya keberadaan Kepulauan Karimunjawa tidak kalah bila dibandingkan dengan pulau di lautan Pasifik tersebut. Karimunjawa dengan bibir pantai yang berpasir putih dan laut dangkalnya yang berwarna hijau dengan pemandangan bawah laut yang indah bisa menjadi potensi wisata yang menarik, tak kalah dari Hawaii.

Dalam pelayaran perdana KM Kartini I menyusuri Kepulauan Karimunjawa, Selasa (13/4), Wagub Jateng Drs Ali Mufiz MPA dan Bupati Jepara Hendro Martojo terkesima dengan keindahan alam bahari yang dimiliki kepulauan tersebut.

Wilayah yang luasnya sekitar 107.225 ha dan sebagian besar merupakan lautan itu memiliki 27 pulau besar dan kecil dan Pulau Karimunjawa merupakan pulau terbesarnya dengan luas 4.302.5 ha.

Keterbatasan transportasi menuju ke pulau itu yang selama ini menjadi kendala, bukan menjadi alasan lagi dengan dioperasikannya Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini I dengan jarak tempuh yang relatif singkat, 2,5 jam - 3 jam dari Pelabuhan Kartini, Jepara. Padahal, sebelumnya satu-satunya transportasi menuju wilayah itu memerlukan waktu 5,5 jam - 6 jam jika cuaca baik.

Rombongan yang ikut pelayaran perdana KM Kartini I itu selama di Karimunjawa disuguhi pengalaman menarik menuju beberapa pulau lainnya dengan menggunakan kapal kecil dibuat khusus untuk dapat melihat keindahan terumbu karang bawah laut.

Cagar Alam

Jangan kaget jika wilayah kepulauan tersebut juga dijadikan cagar alam bagi sejumlah hewan-hewan laut langka seperti kura-kura laut. Setiap tahun Karimunjawa memang selalu dijadikan tempat berkembang biak atau bertelur kura-kura langka yang berada di seluruh lautan dunia.

Isman Joko (35) dari Jaya Karimun, yakni sebuah lembaga pelestarian alam Karimunjawa mengatakan, pihaknya telah melakukan pelestarian berbagai spesies hewan laut, termasuk kura-kura.

''Kami akan melakukan penangkaran apabila hewan tersebut mengalami sakit atau terluka dan akan kami lepaskan dengan diberi tanda khusus berbentuk cincin yang telah disepakati internasional kalau berasal dari Karimunjawa,'' tutur dia.

Begitu juga dengan telur kura-kura yang ditemukan, akan dipelihara dan dibantu penetasannya. Kemudian semuanya akan dilepaskan secara bersamaan ke laut bebas.

''Pelepasan hewan langka seperti kura-kura langka baik induk maupun anak tersebut juga dijadikan salah satu pertunjukan wisata di Kepulauan Karimunjawa yang ditawarkan kepada para pengunjung,'' tutur Bupati Hendro Martojo. (Surya Yuli P-58n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA