logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

"Walau Ada Kekurangan, Kami Menerima Hasil Pemilu"

JEPARA - Pelaksanaan pemilu legislatif, 5 April lalu, memang masih ada kekurangan dan pelanggaran. Namun, secara umum sudah berjalan baik. Sehingga, apa pun hasilnya, harus diterima oleh semua parpol peserta pemilu.

Hal itu dikemukakan Ketua DPC PPP Kabupaten Jepara H Masykuri Rosyid, Kamis sore kemarin, menanggapi adanya sejumlah parpol yang menolak memberikan tandatangan pada penetapan hasil penghitungan suara di KPU Kabupaten, Rabu lalu.

"Karena sudah ada penandatanganan hasil perolehan suara, semua fihak harus menerima. Bukan hanya parpol, namun seluruh lapisan masyarakat juga harus menerimanya," tegas Masykuri yang juga Ketua DPRD Jepara.

Seperti diberitakan kemarin, PPP walau memenangkan pemilu, kehilangan empat kursi.Pada pemilu 1999, partai berlambang Kakbah itu meraup 18 kursi--dari 40 kursi yang diperebutkan, sedang 5 kursi untuk TNI-Polri. Dan sekarang ini meraih 14 kursi dari 45 kursi yang diperebutkan.

Pemilu legislatif lalu yang diadakan di 14 kecamatan, 194 desa/kelurahan dan tersebar di 2.656 TPS, tercatat ada 560.263 suara sah, dan suara tidak sah 44.559. Sedang hak pilih mencapai lebih dari 700 ribu.

Dari 24 parpol peserta pemilu, hanya 9 yang mendapatkan kursi. Urutan prakiraan perolehan kursi parpol sebagai berikut. PPP 14, PKB 9, PDI-P 8, Partai Golkar 6, Partai Demokrat 4, PAN, PKS, PDS, PKPB masing-masing 1, jumlah 45 kursi.

Secara terpisah, Ketua DPD PKS Saifuddin dan Ketua PKPB Sudarsono menyatakan, menerima hasil pemilu apa adanya. "Memang ada kekurangan. Namun, secara umum kami pandang sudah berjalan fair. Sampai sekarang kami belum menemukan adanya pelanggaran yang sangat fatal," tegas Saifuddin, yang partainya mendapat satu kursi di daerah pemilihan Jepara 1 (Jepara, Tahunan, Kedung dan Karimunjawa).

Hal senada juga disampaikan Sudarsono. Partainya yang mendapat satu kursi di DP Jepara 3 (Batealit, Pecangaan, Kalinyamatan). "Tidak ada alasan kuat untuk tidak menerima," cetusnya.

Hasil pemilu yang ditandatangani lima anggota KPU, juga ditandatangani saksi utusan 12 parpol dari total 24 parpol yang ada di Jepara. Sebagian ada yang menolak bertandatangan. Namun, menurut Ketua KPU Drs Ahmad Mustofa, parpol yang hadir dalam penghitungan dan menolak ikut tandatangan, tidak mempengaruhi keabsahan proses itu. Sebab, proses penghitungan sudha dilaksanakan terbuka.(kar-34)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA