logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 15 April 2004 Berita Utama  
Line

Dewan Direksi Perhutani Dituntut Mundur

  • Pendapatan Turun Ratusan Miliar
TERTIB:Salah seorang perwakilan karyawan Perum Perhutani Unit I Jateng membacakan tuntutan mundur Dewan Direksi Perum Perhutani yang berkedudukan di Jakarta dalam unjuk rasa yang berlangsung tertib(j) - SM/Surya Yuli P

SEMARANG- Dinilai tak mampu mengelola perusahaan secara profesional, Dewan Direksi Perum Perhutani yang berkedudukan di Jakarta dituntut mundur oleh ratusan karyawannya di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Ketidakmampuan pengelolaan perusahaan dibuktikan dengan penurunan laba perusahaan setiap tahun hingga ratusan miliar rupiah dan penurunan hasil kayu hutan hingga ratusan kubik.

Di Semarang, unjuk rasa dilakukan secara tertib oleh ratusan karyawan Perum Perhutani Unit I dari berbagai daerah Jateng di depan kantor Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (14/4). Selain menuntut mundur dewan direksi, karyawan juga meminta perbaikan manajemen dan penggantian dewan direksi yang baru berdasarkan mekanisme fit and proper test yang transparan.

Menurut penuturan Wakil Ketua Serikat Karyawan (Sekar) Perum Perhutani Unit I Jateng Soegito, unjuk rasa di tiga kota tersebut didasarkan pada ketidakmampuan kepemimpinan dan kinerja dewan direksi yang mengakibatkan kondisi perusahaan memburuk.

''Akibatnya, muncul keresahan dan menurunkan motivasi kerja karyawan yang berada di Pulau Jawa. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, justru akan memperburuk kondisi Perum Perhutani,'' ujar dia.

Berdialog

Dia mengemukakan, serikat karyawan telah mengambil langkah-langkah untuk berdialog dengan Kementerian BUMN, Sekjen Departemen Kehutanan, dan Dewan Direksi Perum Perhutani untuk menyelesaikan permasalahan tersebut namun belum ada realisasinya.

Soegito mengungkapkan, kondisi umum perusahaan yang sangat mengkhawatirkan, didasarkan pada penurunan hasil perolehan laba perusahaan dan penurunan jumlah produksi kayu. ''Pada 2001, keuntungan perusahaan masih Rp 330,213 miliar, tapi pada 2002 laba perusahaan sudah turun menjadi Rp 133,832 miliar. Pada 2003, keuntungan perusahaan telah merosot menjadi Rp 1,1 miliar,'' jelas dia.

Kemudian untuk hasil produk kayu hutan yang dikelola perusahaan juga telah merosot dan diperparah dengan aktivitas penebangan liar yang tidak dapat dipantau. "Pada 2002 kayu yang dihasilkan lebih kurang 1,450 juta meter kubik, sedangkan pada 2003 telah turun menjadi 931.000 meter kubik. Diperkirakan, produksi kayu yang dikelola perusahaan semakin merosot pada tahun ini,'' paparnya.

Sementara demo di Jakarta diikuti 50 karyawan Perum Perhutani di halaman Kantor Meneg BUMN, Jl.Wahidin 2, Jakpus, Rabu (14/4/2004). Mereka mendesak agar Dirut Perum Perhutani saat ini, Ir.Marsanto MS, tidak diloloskan untuk menjabat lagi.

Mereka mengaku perwakilan dari Serikat Karyawan Perum Perhutani Jateng (Serumpun Satu), Serikat Karyawan dan Pekerja Perum Perhutani Unit II Jatim (Sekarjati), Federasi Serikat Karyawan Perum Perhutani Unit III Jabar-Banten (Federasi Sekar-Banten), dan Perum Perhutani Kantor Direksi Jakarta.(H2,dtc-58j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA