logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 15 April 2004 Ekonomi  
Line

Harga Besi Beton Naik Hampir 100 %

SOLO-Kenaikan harga besi beton sejak Desember 2003 lalu hingga kini hampir mencapai 100 %. Sampai kemarin belum ada tanda-tanda harga akan turun.

''Biasanya kalau sudah naik begini, sulit sekali untuk kembali turun,'' ujar Saino, pemilik toko besi di Jalan Kapten Mulyadi, Solo.

Sehubungan dengan kenaikan harga besi beton toko-toko besi di Solo tidak berani lagi menjual barangnya secara kredit.

''Biasanya kami berani menjual dengan pembayaran di belakang. Dibayar secara termin dua, tiga, atau empat bulan. Tapi sekarang saya tak lagi berani karena harga terus naik,'' kata Hadi pemilik toko besi lainnya.

Awal Desember 2003 lalu pemilik toko besi memperoleh pasokan besi beton dengan harga Rp 2.800/kg. Harga itu terus naik antara Rp 400 sampai Rp 500/kg. Pekan lalu mereka memperoleh pasokan dengan harga Rp 5.100/kg.

''Berat, kenaikannya sudah hampir 100%. Banyak pemborong yang akan bangkrut,'' tutur Sukindro, pedagang besi beton di Pasar Besi Kusumodilagan.

Ia mengungkapkan sejumlah pelanggannya adalah pemborong yang mengerjakan pembangunan rumah milik pengembang. Mereka membeli besi beton secara kredit. Namun karena saat ini harga terus naik penjualan kredit tidak lagi dilayani.

''Sekarang kalau tak beli kontan maka tidak kami layani. Karena itu, banyak pemborong yang tidak bisa meneruskan pekerjaan. Ada seorang pemborong yang memperoleh pekerjaan membangun gedung berlantai lima. Saat ini baru sampai lantai tiga tetapi terpaksa berhenti karena tidak bisa membeli besi beton,'' jelasnya.

Di Pasar Besi Kusumodilagan besi beton banyak dijual dalam bentuk rancangan kolom dan cakar ayam. Harga besi rancangan sebelum naik sekitar Rp 3.500/kg dan sekarang telah mencapai Rp 5.500/kg.

Kenaikan harga besi beton yang sangat tinggi itu juga menyebabkan beberapa pedagang besi banting setir berdagang barang lain.

Mereka tidak bisa membeli dagangan berupa besi beton karena modalnya tidak cukup. Pedagang besi beton tersebut antara lain beralih menjadi pedagang handphone. (bt-53)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA