| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 13 April 2004 |
Polisi Tewas Ditembak
|
Ketua RT Itu Telah Tiada
DUKA mendalam sangat terasa di rumah Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Khomaedi di Jalan Malabar Selatan, RT 3 RW 17, Mojosongo, Jebres, Solo, saat mendengar kabar anggota Polsekta Serengan itu tewas ditembak perampok. Karena almarhum meninggal dalam tugas, Kapolwil Surakarta Kombes Drs Hasyim Irianto SH mengusulkan kenaikan pangkat satu tingkat. |
|
|
Sudah Dua Petugas Pengawal Jadi Korban
AKSI penembakan terhadap almarhum Khomaedi (46), anggota Polsekta Serengan Solo, bukanlah kejadian pertama di wilayah Surakarta yang menimpa petugas pengawalan. Aksi brutal yang dilakukan kawanan perampok bersenjata api itu selama 2003-2004 tercatat telah memakan korban dua orang dari jajaran Polresta Surakarta. |
Prediksi Kursi DPRD Jateng PDI-P 30, PKB 15, PD 10 Kursi SEMARANG-Perolehan kursi sementara di DPRD Jateng hasil Pemilu 2004 masih didominasi tiga partai besar, yaitu PDI-P, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Golkar (PG). PKB memperoleh 15 kursi (Pemilu 1999 mendapat 16 kursi), sedangkan Golkar 17 kursi (Pemilu 1999 mendapat 12 kursi). |
|
|
Sikap Aliansi Parpol Melunak
JAKARTA - Sikap Aliansi 19 Parpol untuk Keselamatan Bangsa yang semula menuntut agar pemilu diulang, akhirnya melunak. Kini mereka tidak lagi menolak hasil pemilu dan menuntut agar pemilu diulang, tetapi hanya menyatakan bahwa mereka tidak dapat menerima keabsahan penyelenggaraan pemilu legislatif. |
Cholil Bisri: Tuntutan Pemilu Ulang Hanya Bargaining Politik
JAKARTA - Mendagri yang juga Menko Polkam ad interim, Hari Sabarno, mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi sikap aliansi sejumlah parpol yang menolak hasil pemilu dan meminta pemilu ulang. Alasannya, sikap seperti itu dapat menganggu stabilitas politik dan keamanan. Sementara itu KH Cholil Bisri menilai tuntutan itu hanya berupa bargaining politik saja. |
|
|
Meski PAN Terpuruk Amien Tetap Maju
|
Aceh saat Pemilu (2) Awas, Daerah Ini Hitam Sekali
|
|
|
"Maaf, Sukma Belum Sadar..."
|
Dua Pembobol L/C BNI Disidang
JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin menggelar sidang perdana kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun dengan terdakwa mantan Kepala Cabang Bank BNI Kebayoran Baru, Koesadiyuwono dan mantan Kepala Customer Service Luar Negeri Bank BNI Kebayoran, Eddy Santoso. |
|
|
Wisma Lippo Bandung Diancam Bom
BANDUNG-Ratusan karyawan yang berkantor di Wisma Lippo Bandung, Senin siang (12/4), terpaksa harus menghentikan aktivitasnya, menyusul ancaman bom yang diterima operator gedung bertingkat 11 itu. Tak tanggung-tanggung, katanya ada lima bom yang telah disebar di lima titik itu, membuat karyawan berhamburan ke luar ruangan. |
Pemprov Jateng Percepat Proyek Vital
SEMARANG-Pemprov Jateng sedang mengupayakan percepatan sejumlah proyek vital yang diharapkan menjadi penggerak utama (prime mover) roda perekonomiannya. Proyek tersebut di antaranya rencana perpanjangan landasan pacu Bandara A Yani Semarang, jaringan jalan lintas selatan Jawa, dan pembuatan jalan tol Semarang-Solo. |
|
|
Sidang Pencurian Start Kampanye Eksepsi Alvin Lie Ditolak SEMARANG - Semua eksepsi atau keberatan yang disampaikan terdakwa Alvin Lie Ling Piao, caleg DPR RI dari PAN, ditolak jaksa penuntut umum (JPU) Adiana Windawati SH dan Eka Kurnia SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (12/4). |
Nelayan WNI Disandera di Filipina
MANILA - Orang-orang bersenjata yang menggunakan speedboat mencegat sebuah kapal penarik yang menyeret tongkang di lepas pantai Negara Bagian Sabah, Malaysia. Seorang WNI kapten kapal penarik dan dua warga Malaysia awak kapal tersebut disandera, kata AL Filipina, kemarin. |
|
|
Ba'asyir Bersedia Diperiksa setelah Bebas
|
''Indonesia Raya'' Berkumandang di Konser Deep Purple
|
|
Bayi pun Harus Bayar Tiket
JEPARA-KMC Kartini I rencananya hari ini (Selasa, 13/4) akan diluncurkan oleh Wagub H Ali Mufiz. Sebelumnya, kemarin sore kapal tersebut mendapat ''bekal'' tambahan, yakni bacaan manakib Syeh Abdul Qadir Jaelani dan tahlil yang diikuti para karyawan Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. |
Melihat Samsat, Melihat Uang Rakyat
SELAMA ini, banyak warga masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana cara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggali uang rakyat. Masalah ini relevan untuk diangkat ke permukaan, lantaran prestasi spektakuler Pemprov dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu ''mesin" penghasil PAD adalah Samsat, yang tahun lalu memberi kontribusi 60 persen terhadap APBD Jateng. |
|
|
Strategi "Jemput Bola"
TIDAK bisa dimungkiri, Dipenda kini menjadi andalan Pemprov Jateng dalam mendulang rupiah, terutama melalui sayap pelayanan yang disebut UPPD (Samsat). Sejauh ini, Kepala Dipenda Drs Kusdijanto BW MM mampu menjalankan amanah yang diembannya sejak 2001, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. |
Menjadi Pelopor Online System di Indonesia
DALAM waktu dua bulan lagi, Samsat Jawa Tengah akan mencatat sejarah baru sebagai pelopor penerapan online system di Indonesia. Uji coba penerapan sistem ini sudah dilakukan pada Samsat Pembantu di Prambanan, Klaten, mulai awal Januari lalu. |
|
|
Asyiknya Membayar Pajak di Mal
UNTUK meningkatkan kualitas pelayanan, Kantor Bersama Samsat Jateng akan menerapkan pembayaran lewat perbankan. Sebagai uji coba, sejumlah mal di kota-kota besar bakal segera dipasangi loket khusus, semacam anjungan tunai mandiri (ATM). |
Urusan Esek-esek Masih Menjengkelkan
KESAN masyarakat terhadap Samsat belum sepenuhnya apik. Tak sedikit yang mengganggap birokrasi terlalu berbelit-belit, sehingga mengurangi selera warga untuk datang ke sana. Celakanya, warga tidak bisa berbuat banyak. |
|