
| Selasa, 13 April 2004 | Sala |
Keramaian Sekaten 2004 Akan Ditata
KERATON SURAKARTA- Kenduri wilujengan tanda mulai keramaian perayaan Sekaten 2004 digelar di Sitinggil Lor, kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Keraton Surakarta, petang kemarin. Namun, keramaian pendukung ritual Garebeg Mulud yang memanfaatkan hampir seluruh kawasan Alun-alun Lor dan kompleks pagelaran itu, secara resmi baru mulai 16 April dan berakhir 9 Mei. "Sekarang wilujengan-nya, pembukaan keramaian pasar rakyat jatuh pada 16 April. Kami mengundang perwakilan bakul dan peserta stan, panitia, dan beberapa unsur pejabat di keraton," ungkap Suparno, Sekretaris Panitia Sekaten 2004, kemarin. Wilujengan yang diadakan secara sederhana itu, jelas dia, untuk persiapan spiritual yang dilakukan setiap akan memulai segala kegiatan berkait ritual. Untuk itu, waktu pelaksanaannya tidak sama persis dengan awal keramaian. Dalam kenduri kemarin, ulama dalem yang dipimpin RT Pudjodipuro ditugasi untuk mendoakan. Secara resmi, GPH Dipokusumo, Pengageng Parentah Keraton, membuka perayaan Sekaten 2004 disaksikan Wakil Pengageng GPH Puger dan sejumlah putra-putri dalem Sinuhun Paku Buwono XII, termasuk suami istri KP Satryo Hadinagoro, dan GK Ratu Galuh Kencanasari. Dalam kesempatan itu, GPH Puger menegaskan, dengan penampilan dan lay out seperti sekarang, logikanya penyajian Sekaten 2004 bisa lebih tertib dan nyaman dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, lapangan rumput alun-alun tempat menggelar segala bentuk keramaian pasar sudah berbatasan dengan pagar besi keliling yang menyatu dengan pendapa pagelaran. Diupayakan Bersih Suparno mengemukakan, panitia merencanakan lay out keramaian pasar dengan penampilan yang dinilainya relatif berarti. Jalan Paku Buwono atau pintu masuk dari arah Gladag yang biasanya penuh pedagang kaki lima (PKL), kali ini diupayakan bersih dan lapang hingga memasuki alun-alun hingga halaman Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa. "Kami berharap, kalangan PKL juga bisa mendukung. Sebab, memberi kenyamanan bagi pengunjung, berarti juga memberi peluang kepada PKL untuk mudah didatangi pembeli. Jadi, pintu masuk mulai dari Gladag, kami upayakan bersih dari PKL dan lapang," ungkap Suparno. Setting lokasi dagang pun dilakukan di beberapa tempat. Pedagang di halaman pagelaran ditata adu punggung memanjang dari timur ke barat. Ini dimaksudkan agar pengunjung yang datang dari utara bisa mengelilingi stan baik ke timur maupun barat, baru memasuki stan di pendapa pagelaran. Pendaftaran peserta yang dilayani pada 18 Maret - 6 April, kini sudah terkumpul 300 lebih pedagang. (won-86j) |