logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

Penertiban PKL Tak Pilih Kasih

BALAI KOTA - Tidak ada istilah emban cinde emban siladan (membeda-bedakan) dalam operasi penertiban PKL di seputar Stadion Manahan. Penertiban merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Tim Pemkot Surakarta terhadap para pelanggar perda.

"Tidak benar kalau Tim emban cinde emban siladan terhadap PKL yang ditertibkan. Semua PKL kedudukannya sama di mata hukum. Tidak ada pilih kasih terhadap mereka yang melanggar," kata Kepala Satpol PP Pemkot Surakarta, Supono SSos, kemarin.

Pernyataan itu diungkapkan menanggapi kritikan sejumlah PKL saat berlangsung penertiban sektor informal itu di kawasan Stadion Manahan (SM,12/4). Menurut dia, penertiban yang melibatkan pihaknya selalu dikoordinasikan secara institusi.

"Kalau yang ditertibkan PKL, kewenangannya pada Kantor Pengelolaan PKL yang mengetahui apakah para pedagang melanggar atau tidak. Kami, Satpol PP tinggal melaksanakan penertiban," lanjutnya.

Kalaupun hingga pada penertiban Sabtu lalu, masih ada kios yang melanggar tetapi belum ditertibkan, menurut dia, itu bukan berarti ada pembedaan. Namun mesti dilihat keberadaannya. Selain itu, penertiban sifatnya rutin tidak hanya ngobor blarak.

"Kalau hari ini belum ditertibkan, bukan berarti tidak tersentuh penertiban. Bisa saja itu ditertibkan pada kesempatan lain."

Dia menyatakan, rencananya Dinas Pengelola Pasar (DPP) juga menggelar penertiban serupa. Karena itu, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan instansi tersebut. "Kami mengundang para lurah pasar yang berwewenang di pasar. Mereka yang menentukan bagian mana yang harus ditertibkan," ujarnya.(sri-86i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA