logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

Tersandung Penipuan Pembunuh Tertangkap

SOLO - Masih ingat kasus tewasnya Sugiyem (70), 15 April 2003? Perkara terbunuhnya nenek sejumlah cucu warga Gondang RT 1 RW 2, Manahan, Solo yang jasadnya ditemukan membusuk di rumahnya itu, kini terungkap. Polisi menangkap Dony (25) warga Kadipiro yang diduga sebagai pelakunya, di lokasi persembunyiannya.

"Tersangka Dony kami tangkap di Sragen. Sejak peristiwa pembunuhan itu dia kabur dan tak pernah pulang ke rumahnya," kata Kasat Reskrim AKP Masrur, kemarin.

Masrur mengakui, pihaknya hampir kehilangan jejak pelaku. Bahkan pelacakannya nyaris terabaikan, sebab sepanjang tahun 2003 muncul sejumlah kasus besar secara beruntun, mulai dari perkara perampokan nasabah bank hingga pencurian kendaraan bermotor.

Bahkan, terakhir pihaknya terkosentrasi atas kasus tewasnya Asih (17) pelajar SMEA Batik, Solo.

"Terus terang kami hampir kehilangan jejak, tetapi untunglah titik terang akhirnya muncul juga," katanya.

Tabir gelap itu akhirnya terkuak. Dia menuturkan, awal terungkapnya perkara itu karena tersangka Dony tersandung masalah penipuan uang Rp 700.000 dengan seorang warga Sragen. Ketika kasus penipuan itu dilaporkan, perkara lama pun muncul.

"Nama tersangka Dony sudah lama masuk DPO Polresta Surakarta. Karena itu, dilakukan koordinasi antara Polresta dan Polres Sragen," ujarnya.

Dari pengembangan yang dilakukan Tim Polresta, lanjut dia, terungkap aksi kejahatan yang pernah dilakukan tersangka sebelumnya.

"Dia pelaku tunggal pembunuhan Ny Sugiyem. Motif pembunuhan itu diduga karena pelaku ingin menguasai harta korban. Di lokasi, ada sejumlah barang hilang," paparnya.

Disumpal Kain

Masrur mengungkapkan, korban semasa hidupnya memilih tinggal sendirian, tanpa ditemani anaknya. Saat jasadnya ditemukan, polisi sudah mencurigai kematian nenek itu tidak wajar. Selain mulutnya disumpal kain, tangan korban juga dalam kondisi terikat tali rafia.

"Kami berkesimpulan, kematian korban tidak wajar. Kami menduga penyebab kematiannya akibat penganiayaan," katanya.

Jenazah korban baru diketahui setelah salah seorang anaknya, Sugino Cipto Wiyono (48) warga Sangrahan, Grogol, Sukoharjo mengunjunginya, Selasa (15/4-2003). Sugino curiga, mencium bau busuk yang berasal dari kamar ibunya. Setelah dicek, ternyata bau menyengat itu berasal dari jasad orang tuanya.

Kasat Reskrim menambahkan, sore kemarin dilakukan penjemputan tersangka yang telah diamankan di Mapolres Sragen.

"Kami mengirimkan sejumlah petugas untuk menjemput tersangka. Setelah di Solo, barulah intrograsi lebih intensif dilakukan." (san-86k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA