logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

Orok Lima Bulan Dibuang ke Sungai

LAWEYAN- Orok berumur lima bulan usia kandungan ditemukan tewas di sungai Kagokan, Pajang, Laweyan. Penemuan orok laki-laki itu mengejutkan warga sekitar.

Penemuan terjadi Senin (12/4) pagi kira-kira pukul 00.00. Waktu itu, dua warga Kagokan, Totok (21) dan Yulianto (24) yang sedang mencari ikan di sungai mencurigai sosok bangkai berbentuk manusia. Orok yang tidak terbungkus sehelai kain pun itu tersangkut di pinggir sungai. Begitu meyakini orok itu sudah tidak bernyawa, kedua saksi mengabarkan kejadian tersebut kepada warga.

Orok yang masih lengkap dengan ari-ari itu, menurut penuturan sejumlah warga, dalam kondisi belum membusuk. Dugaan tersebut atas dasar keterangan warga yang menyebutkan, sehari sebelum orok ditemukan tidak ada tanda yang mencurigakan di sungai Kagokan.

Begitu mendapat informasi dari masyarakat, aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Dibantu warga, orok dievakuasi beberapa jam kemudian. Hingga kemarin, belum diketahui siapa yang membuang orok yang diduga akibat aborsi itu.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polresta Surakarta Ipda Dwi Haryadi menjelaskan, orok yang ditemukan tidak ada bekas luka. "Namun diperkirakan, orok tersebut meninggal akibat ada faktor kesengajaan orang tuanya," ujarnya.

Di Terminal

Sehari sebelumnya, Ny Susmani (62), warga Vilang, Mejatimas, Serpong ditemukan tewas di pintu masuk timur Terminal Induk Tirtonadi, Solo, Minggu (11/4) pagi. Dia diduga terserang penyakit gula yang diderita relatif lama.

Sejumlah saksi menuturkan, korban sebelum meninggal mengunjungi anaknya di Sorogenen, Jebres. Namun, kedatangannya di Solo diperkirakan tidak diperkenankan anak dan menantunya.

Sastro Wijoyo (kakak korban-Red) mengungkapkan, Ny Susmani sebelum meninggal disewakan rumah di seputar Nusukan, Banjarsari, Solo. Namun, kedatangannya di Nusukan juga tidak diperkenankan masyarakat akibat penyakit yang dideritanya.

Ny Susmani yang hidup tidak terurus, diketahui meninggal dalam kondisi mengenaskan. Namun sebelum tewas, korban menceritakan kisah yang dialami kepada para penghuni terminal. "Apa yang dia ceritakan berhubungan dengan masa tuanya yang disia-siakan anaknya," kata Suripman (45), warga Kusumoyoso, Ngemplak, Boyolali.

Tidak terurusnya hidup Ny Susmani, berdasar keterangan aparat kepolisian, karena semasa masih hidupnya sering menelantarkan anak-anaknya. "Hal itu juga dikemukakan kakak korban," ujar Kepala SPK Polresta Ipda Dwi Hariyadi.(G11-86j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA