logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

ITB Teliti Pembuatan Blok Rem

KLATEN- Dalam waktu dekat ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengadakan penelitian tentang bahan baku blok rem yang efisien di Ceper, Klaten. Penelitian itu dilakukan atas kerja sama dengan Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper, Klaten dan PT Kereta Api (PT KA).

''Saya sudah usul diadakan penelitian tentang bahan baku blok rem dari komposit sejak awal 1990-an. Tetapi baru sekarang direspons dengan diajukannya proposal penelitian oleh ITB, tentu saja kami menyambut gembira,'' kata Ketua KBJ Ceper, H Anas Yusuf Mahmudi, kemarin.

Rencananya, penelitian yang dilakukan ahli-ahli ITB itu akan bekerja sama dengan para pengusaha cor logam yang tergabung dalam KBJ dan PT KA selaku pemakai produk.

Saat ini, tercatat sekitar 350 pengusaha cor logam bergabung dalam KBJ. Namun hanya sekitar 20% yang masih aktif.

Dia menjelaskan, KBJ sudah lama bekerja sama dengan PT KA dalam pembuatan blok rem. Setiap tahun PT KA memberikan order hingga 80% kebutuhan blok rem kepada KBJ. Pada 2004 ini nilai kontrak Rp 10 miliar untuk pembuatan 210.000 blok rem.

Namun, sejak 1990-an awal muncul kompetitor asing yang memproduksi blok rem dengan bahan dasar komposit.

Produk itu menyaingi blok rem buatan anggota KBJ yang terbuat dari besi cor dengan bahan baku kokas dan skrap.

Punya Keunggulan

Blok rem dengan bahan dasar komposit mempunyai keunggulan, karena waktu pemakaiannya dapat bertahan hingga empat bulan. Adapun blok rem dengan bahan kokas dan skrap hanya mampu bertahan sebulan.

''Kami tidak tahu untuk memproduksi blok rem komposit itu apa saja bahannya. Kami sudah minta diadakan penelitian dari dulu, tapi baru sekarang direspons. Alangkah baiknya bila kami bisa memproduksi bahan yang waktu pemakaiannya lama tapi juga tahan panas,'' ujar Anas.

Meski efesien dalam waktu pemakaian, blok rem dari bahan komposit juga mempunyai beberapa kelemahan karena menimbulkan bau dan tidak dapat menyimpan panas. Adapun blok rem produksi KBJ lebih tahan panas.

''Produk dengan komposit tidak mampu menyimpan panas, contohnya saat kecelakaan kereta Kamandanu dulu. Itu karena panas tidak terserap, jadi roda yang kalah dam pecah,'' ujar H Anas Yusuf Mahmudi.

Sampai saat ini, order pembuatan blok rem dari PT KA merupakan order tetap yang diterima KBJ setiap tahun.

Bahkan sebagian besar order yang diterima anggota KBJ adalah blok rem PT KA. Produk lain seperti velg racing, kursi taman, pagar rumah, dan tiang listrik kini sedang sepi karena harga bahan baku naik pesat.

''Saat ini kami kesulitan menjual produk, karena harga bahan baku naik hingga 100 lebih. Bila dulu kokas hanya Rp 2.500/kg sekarang ini Rp 6.300/kg, sedangkan skrap yang semula Rp 1.400 menjadi Rp 2.500. Tapi untuk menaikkan harga jual 20% saja susah,'' ucapnya.

Karena kenaikan itu, KBJ akan melakukan negosiasi ulang dengan PT KA untuk membicarakan harga. (F5-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA