
| Selasa, 13 April 2004 | Sala |
Gara-gara Bocah Bermain Lilin, Rumah pun TerbakarKARANGANYAR-Peringatan bagi siapa saja yang meninggalkan bocah di bawah umur di rumah sendirian. Pasalnya, jika tidak hati-hati akan menimbulkan petaka. Pengalaman keluarga Iswanto (33), warga Perumahan Lalung Permai Kelurahan Lalung Kecamatan Karanganyar Kota bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun. Pasalnya, rumah Iswanto kemarin sekitar pukul 11.00 terbakar ketika dia dan istrinya tidak ada di rumah. Siang itu istri Iswanto meninggalkan rumah dan bermaksud menjemput anak pertamanya, Kenny (6), pulang sekolah. Sementara anak keduanya Dito (4) harus tinggal di rumah sendiri. Sementara sang ayah, Iswanto bekerja di Jakarta sebagai sopir bus malam PO Rosalia Indah. Akibat ditinggal kedua orang tuanya itu, Dito bermain-main sendiri di rumah. Di dalam rumah, Dito melihat lilin, kemudian lilin yang sudah disulut itu diduga ditinggalkan begitu saja dalam keadaan menyala di ruang tamu. Dito ke luar rumah menghampiri teman-temanya yang sedang bermain. ''Lilin itu saya taruh di bawah meja lalu saya tinggal pergi,'' aku Dito polos. Tak lama kemudian nyala api itu membesar hingga menjalar pada atap rumah. Beberapa barang-barang seperti meja, kursi, dan almari beserta isinya hangus terbakar. Cepat Datang ''Kebakaran itu kali pertama diketahui oleh Loso dan Yanti, tetangga sebelah, ketika sedang lewat di depan rumah,'' kata saksi Ngadiarto kepada wartawan. ''Untung saja regu pemadam kebakaran datang begitu cepat setelah dihubungi. Jika tidak api akan menjalar ke rumah lainnya yang lokasinya berhimpitan.'' Selain menghanguskan beberapa barang, kebakaran itu juga mencederai seseorang. Yuli (25) salah seorang pekerja buruh bangunan setempat yang berusaha naik genting dan ikut memadamkan api. Dia terjatuh ketika eternit yang diinjak ambrol. Oleh beberapa penduduk dia dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan di UGD RS Moewardi, Solo.(G8-14) |