
| Selasa, 13 April 2004 | Sala |
Suara Anjlok, Sekretaris PDI-P Mundur
BOYOLALI - Sebagai tanggung jawab moral atas anjloknya perolehan suara dalam Pemilu 2004, Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Boyolali Handono PN Putro berencana mengundurkan diri. Pengunduran diri akan dituangkan dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Ketua DPC dan DPD. ''Saya akan mundur setelah tahapan pemilu selesai,'' katanya, kemarin. Dia menandaskan, rencana pengunduran dirinya itu bukan karena ada desakan atau tekanan dari internal partai. Juga bukan karena mosi tidak percaya dari PAC atau pihak lainnya. Pengunduran dirinya tersebut semata-mata atas desakan hati nuraninya sehubungan dengan perolehan suara PDI-P di daerahnya pada Pemilu 2004 merosot. Target minimal pada pemilu adalah 18 kursi atau mempertahankan jumlah kursi yang ada di lembaga DPRD (18 kursi), sedangkan target maksimal 23 kursi. Namun, perolehan suara jauh dari harapannya. Partainya hanya memperoleh 13 kursi atau berkurang 5 kursi dari posisi sekarang. ''Sebagai tanggung jawab moral atas anjloknya perolehan kursi, saya mengundurkan diri,'' kata Handono, calon jadi dari daerah pemilihan (DP) 5 yang terdiri atas Kecamatan Sawit, Banyudono, Sambi dan Ngemplak. Dia tidak pernah membayangkan akan terjadi penurunan suara yang cukup tajam. Kalaupun terjadi penurunan diperkirakan hanya sekitar 10%, sehingga tidak begitu memengaruhi kekuatan kursi. Meski mengalami penurunan, partainya masih tetap memimpin kursi di lembaga Dewan. Partai ''Moncong Putih'' itu tetap berada pada urutan teratas. Tak Terdaftar Menyinggung penyebab merosotnya perolehan suara, Sekretaris Fraksi PDI-P itu mengatakan, banyak warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih. Saat didaftar mereka merantau, sehingga tidak mempunyai hak pilih. Warga yang tidak terdaftar itu sebagian besar kader partainya yang berada di pedesaan. Dia juga memperkirakan menurunnya perolehan suara partainya karena ada ''serangan fajar'' atau politik uang satu hari menjelang coblosan. Menurut dia, ada partai tertentu tidak segan-segan mengedrop semen dan uang kepada warga di pedesaan. Ini benar-benar menjadikan suara PDI-P jeblok Apakah merosotnya suara PDI-P bukan karena masyarakat tidak lagi mempercayai? Handono enggan berkomentar lebih jauh. Yang pasti, kenyataan suara PDI-P menurun akan menjadi ''PR'' dan merupakan proses pembelajaran. Cepat atau lambat pasti akan dilakukan evaluasi. Dia mengharapkan siapa pun orangnya yang akan mengganti posisinya hendaknya benar-benar orang yang menguasai partai. Selain itu, masih segar dan tidak terlibat konflik partai. ''Pengunduran diri saya hendaknya dijadikan pelajaran dan yang lebih penting pada pemilihan presiden dan wakil presiden Juli mendatang PDI-P akan lebih mantap,'' tandasnya.(shj-14k) |