
| Selasa, 13 April 2004 | Sala |
Lima Komputer PDAM DicuriSUKOHARJO- Tampaknya pencurian komputer saat ini menjadi tren baru di Sukoharjo. Belum genap sebulan kawanan pencuri menggasak 22 komputer di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dini hari kemarin giliran PDAM Tirta Dharma mengalami nasib serupa. Pencuri yang diduga lebih dari seorang, membobol perusahaan daerah yang berada di Jalan Abu Tholib 37 Sukoharjo tersebut. Kawanan pencuri menyikat lima komputer, tiga unit printer, radio rage. Total kerugian mencapai lebih dari Rp 29 juta. Pencuri masuk dengan cara merusak kunci pintu di sebelah timur bangunan. Saksi penjaga malam, Sugeng (37), menuturkan, dia mulai bertugas jaga malam pada Minggu pukul 20.00. Sekitar pukul 01.00 dini hari, dia pulang karena merasa tidak enak badan. Sebelumnya dia sempat mengontrol semua ruang dan bangunan. Setelah merasa aman, barulah warga Dukuh Walang RT 3 RW 2 Jombor, Bendosari itu pulang. ''Namun sekitar pukul 03.30 saya kembali ke kantor bersama istri saya, Kasemi (34),'' katanya kepada polisi. Betapa terkejutnya saksi melihat pintu sebelah timur terbuka. Merasa penasaran, dia lalu mengecek ruangan dalam. ''Ternyata ada beberapa ruangan yang pintunya terbuka. Yakin ada yang tidak beres, saya langsung menelepon pimpinan dan disarankan melapor ke Mapolres Sukoharjo. Terus terang saya tidak berani menjamah ruangan yang terbuka tersebut,'' paparnya. Kapolres Sukoharjo AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknya SH MM didampingi Kasat Reskrim AKP Minarto menjelaskan, pihaknya langsung mengecek lokasi setelah mendapat laporan. Berdasarkan pengecekan, diketahui ada lima ruangan yang dibuka paksa. Di ruang Direktur Teknik ada satu komputer dan sebuah printer raib, juga di ruang teknik sebuah komputer, ruang umum sebuah komputer dan sebuah printer raib. ''Di ruang sekretaris sebuah komputer hilang. Juga di bagian keuangan sebuah komputer, radio rage dan sebuah printer raib,'' jelasnya. Jam Rawan Ditanya kemungkinan keterlibatan orang dalam, Kapolres mengaku belum bisa memastikan. Namun, dia menyayangkan hanya seorang penjaga malam yang bertugas saat kejadian. ''Masa hanya ada seorang petugas jaga malam, itu pun sempat ditinggal pulang. Padahal saat itulah sebenarnya jam- jam rawan yang sering digunakan pencuri untuk beraksi.'' ujar Kapolres. Direktur PDAM Drs Martono mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah dilapori seorang karyawan. ''Total kerugian sekitar Rp 29 juta. Memang hanya ada seorang penjaga malam yang bertugas setiap hari. Setelah kejadian ini, kami akan menambah jumlah penjaga malam,'' katanya.(G10-14k) |