logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

Setelah Pemilu, PNS Jangan Bicara Politik

  • Beredar SMS Berantai

SRAGEN-Pergunjingan dan rumor politik masih terus hangat di kalangan masyarakat, terutama setelah pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2004. Untuk mengantisipasi keterlibatan PNS dalam perbincangan politik, Bupati H Untung Wiyono mengimbau para PNS tidak bicara masalah politik lagi.

''Setelah pemilu para PNS tidak perlu berbicara masalah politik lagi. Ada baiknya kita bicara bagaimana membangun Sragen dan menyejahterakan masyarakat,'' pinta Bupati H Untung Wiyono saat memimpin apel pagi ribuan PNS, kemarin.

Dikatakannya, pelaksanaan Pemilu 2004 di Kabupaten Sragen sudah berjalan baik, tertib, aman dan terkendali. Meski terjadi kekurangan ataupun kesalahan, masih dalam batas wajar.

''Hal itu tampak menjelang dan setelah pemilu, situasi keamanan di Sragen tetap mantap dan kondusif,'' ujarnya.

Dia mengingatkan, seorang pemimpin tidak bisa bekerja dengan baik apabila tidak didukung oleh semua staf. Dengan demikian, keberhasilan suatu tugas menyelesaikan pekerjaan, bukan semata-mata keberhasilan yang dicapai seorang pemimpin. Keberhasilan yang dicapai itu adalah buah karya bersama atau kerja tim.

Berdialog

Dalam kesempatan itu, Bupati H Untung Wiyono untuk kesekian kalinya menyatakan dirinya selalu terbuka untuk berdialog dengan siapa saja, atau setiap pemimpin unit kerja di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), bahkan dengan setiap pribadi PNS.

Bupati juga berharap terciptanya suasana dialogis antara pemimpin unit kerja dan para stafnya. Dialog semacam itu sebagai upaya memecahkan permasalahan yang dihadapi di lingkungan kerja, sekaligus menciptakan suasana kerja yang harmonis.

Hasil pemantauan Suara Merdeka, setelah pencoblosan 5 April beredar short message service (SMS) berantai.

Isi pesan SMS itu intinya tidak puas atas hasil pemilu dan tidak puas atas sepak terjang partai tertentu dalam meraup massa. Isi SMS mengkritik gerak PDI-P yang diduga menyebar semen, aspal dan uang. Partai Golkar menyebar uang dan bahan kebutuhan pokok.

Selain mengkritik partai, SMS berantai juga mengkritik kinerja KPU dan Panwas Pemilu Kabupaten Sragen.

Sementara itu Ketua DPC PDI-P Sragen Agus Wardoyo SE hingga semalam belum berhasil dihubungi.

Sedangkan Sekretaris Partai Golkar Sragen Agus Fatchur Rahman SH ketika dihubungi mengatakan, semua itu diserahkan kepada masyarakat untuk menilainya.(nin-14k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA