logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Sala  
Line

Belum Perlu Relokasi, Bisa Kembangkan Lahan

BALAI KOTA - Minimnya lahan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, belum perlu dipecahkan dengan merelokasi kebun binatang tersebut. Pasalnya, taman di tepi Bengawan Solo itu masih memungkinkan berkembang dengan menambahkan lahan di seputarnya.

Yang terpenting, kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Ir Masrin Hadi SSos, justru melibatkan investor yang berpengalaman di bidangnya. Hal itu dinilai lebih mengembangkan tempat tersebut.

"TSTJ belum perlu direlokasi ke Solo bagian utara. Yang lebih penting justru melibatkan investor yang expert di bidang itu agar TSTJ bisa berkembang. Misalnya, pengelola Taman Safari yang dinilai cukup berhasil," ujar dia.

Dia mengemukakan, Pemkot berusaha menarik minat investor pengelola Taman Safari Indonesia I dan II Jansen Manansang untuk ikut menangani TSTJ. Jika berhasil, ada harapan tempat itu bakal seperti Taman Safari.

Pelibatan investor, ujar dia, perlu dilakukan mengingat terbatasnya dana yang dimiliki Pemkot untuk mengembangkan TSTJ. Apalagi, sekian kali beralih instansi pengelolanya, tempat itu tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. "Kalau TSTJ bisa seperti Taman Safari, warga Solo tidak perlu jauh-jauh ke Prigen atau ke Bogor untuk menyaksikan kebun binatang yang bagus dan ideal," imbuh alumnus Planologi ITB itu.

Mengenai keterbatasan lahan, Masrin menambahkan, hal tersebut masih bisa dipecahkan dengan memperluas karena masih tersedia lahan kosong di sekitarnya. Bahkan jika perlu, Pondok Persada Bengawan yang sekian lama bermasalah bisa dialihkan untuk dipakai TSTJ. Namun, Pemkot akan menginventarisasi lagi lahan mana yang memungkinkan untuk mengembangkan lokasi itu.

Bagaimana jika direlokasi ke Solo bagian utara? Dia mengatakan, hal itu masih belum perlu mengingat lokasinya kurang strategis dibandingkan dengan yang sekarang. "Saya pikir belum saatnya dipindah ke sana. Cukup dikembangkan karena lahan sekitarnya masih memungkinkan misalnya dengan mengalihkan Pondok Persada Bengawan," tutur dia. (G18-86e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA