
| Selasa, 13 April 2004 | Sala |
Pemkot Diminta Selektif Pilih Investor TSTJJURUG - Komisi B DPRD Surakarta mengingatkan Pemkot setempat agar lebih selektif memilih investor yang akan mengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. "Jangan sampai kejadian lama terulang kembali sehingga TSTJ terpuruk dan tidak berkembang. Kita tahu bagaimana kondisi TSTJ saat dikelola PT SCP (Surya Citra Perkasa) beberapa tahun lalu," kata Ketua Komisi B Hasan Mulachella saat menerima kunjungan investor pengelola KBS (Kebun Binatang Surabaya) di TSTJ, Senin (12/4). Komisi B berharap, Pemkot bisa memilih investor yang profesional dan mampu mengelola kebun binatang satu-satunya di Solo tersebut secara lebih baik. Sebab, dengan keterbatasan anggaran pemeliharaan dan perawatan dari APBD, TSTJ tidak bisa berkembang optimal. "Kalau dikelola Pemkot, kami tidak yakin bisa lebih maju. Kita tahu sendiri kan, bagaimana keterbatasan Pemkot. Jadi akan lebih baik bila dikelola investor. Tentunya dengan perjanjian yang saling menguntungkan," imbuh Wakil Ketua Komisi B, Drs St Hendratno MM. Pendapat senada disampaikan oleh Ketua Pengelola TSTJ, Ir Herry Mirna. Pemkot saat ini tengah menjajaki kemungkinan pengalihan pengelolaan kepada investor yang berminat. Sebelumnya, Pemkot telah mengundang pengelola Taman Safari Bogor untuk penjajakan awal pengelolaan TSTJ. "Kami belum bisa bicara soal nilai, sebab ini baru tahap penjajakan. Soal siapa yang nanti mengelola, semuanya tergantung pada Pemkot. Termasuk juga model kerja sama yang akan dilakukan kedua belah pihak," kata Herry. Tidak Kalah Direktur Kebun Binatang Surabaya, Sutoyo Siswomiharjo menjelaskan, TSTJ masih memungkinkan untuk dikembangkan. "Kalau luas lahan yang ada, tidak kalah dengan KBS, sekitar 12 sampai 14 hektar. Tapi untuk jumlah satwanya, hanya 10% dari KBS, yakni 350 ekor. Padahal satwa KBS sudah mencapai 3.500 ekor. Jadi pengembangannya masih sangat memungkinkan." Selama ini, lanjut dia, pihaknya bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia Unit II Prigen, khusus pengembangan satwa. "Untuk menghasilkan keturunan yang baik, kami perlu mengawinkan satwa dari kebun binatang yang berbeda. Sebab, perkawinan antara keluarga dekat satwa tidak baik." Karena itu, bila TSTJ bisa dikelola pengelola KSB, setidaknya bisa mengembangbiakkan koleksi di TSTJ. "Kami bisa bekerja sama dengan TSTJ agar keturunan yang dihasilkan bisa lebih baik." Selain menjalankan fungsi konservasi, TSTJ diharapkan bisa berfungsi sebagai lahan penelitian, hiburan sekaligus wisata. (G13-86i) |