
| Selasa, 13 April 2004 | Olahraga |
Arsenal Menuju Rekor Juara Tak TerkalahkanLONDON - Pekan terberat Arsenal telah terlewati. Bagi sebuah tim yang tak punya 22 pemain berkualitas setara, menjalani empat pertandingan dalam sembilan hari jelas sangat berat. Tak heran kalau jalan mulus tidak selalu dilalui The Gunners. Arsenal tersingkir pada semifinal Piala FA dan tumbang pula di perempat final Liga Champions Eropa. Impian meraih treble pun sirna. Namun Patrick Vieira dan kawan-kawan masih punya stamina memadai untuk melakoni dua partai Divisi Utama Liga Inggris dalam tiga hari. Setelah menundukkan Liverpool 4-2, mereka menahan tuan rumah Newcastle United 0-0, Minggu lalu. Vieira cs kini akan mendapat istirahat lima hari, sebelum menghadapi Leeds United. Pelatih Arsenal Arsene Wenger bersyukur, karena timnya tinggal berkonsentrasi di liga. Dengan enam pertandingan sisa, klub yang berdiri pada 1886 itu masih belum tergoyahkan. Lawan-lawan mereka juga tinggal klub-klub ''kelas dua''. ''Yang jelas, kami tak boleh lengah. Kegagalan pahit musim lalu tak boleh terulang,'' tegas Wenger yang asal Prancis. Dijagokan Robson Manajer Newcastle Bobby Robson yakin The Gunners akan tampil sebagai juara. Dia bahkan optimistis pasukan Wenger bakal merebut gelar dengan mencatat rekor tak terkalahkan. Jika dalam enam partai sisa Arsenal tak terbendung, itu akan melahirkan sejarah baru. Sebab, selama 104 tahun Kompetisi Liga Inggris, belum ada tim juara yang mengukir rekor tak terkalahkan. ''Mereka takkan bisa dikejar. Saya pikir mereka akan berusaha mengukir sejarah baru. Saya senang jika mereka mampu melakukannya,'' kata Robson. ''Anda harus memuji para pemain Arsenal. Kalau mereka mampu mencapainya, itu sungguh prestasi unik. Mungkin rekor itu takkan pernah bisa dibukukan lagi,'' imbuh eks pelatih Inggris ini. Namun Wenger tak bernafsu untuk mengukir sejarah. ''Rekor tak terkalahkan di liga bukan prioritas utama. Itu target nomor dua. Tujuan utama adalah menyelesaikan musim ini dengan sebaik-baiknya,'' ujar Wenger. (rtr,A7-59) |