
| Selasa, 13 April 2004 | Olahraga |
Agung Kembali ke Sayap KananSEMARANG- Pelatih PSIS Cornelis Soetadi kembali bereksperimen di sektor gelandang. Darwin Perez yang biasanya bermain di sayap kanan, digeser ke kiri. Sedangkan Agung Setyabudi yang sudah bergabung dengan para pemain lain Senin (12/4) kemarin, dikembalikan ke posisi semula yaitu di sayap kanan. Menurut Soetadi, pergeseran pemain sayap itu memang masih dalam taraf coba-coba. Mantan arsitek PSIS Yunior itu ingin memaksimalkan kemampuan Agung di sayap kanan. Sebab, selama di sayap kiri permainan kapten tim nasional itu sedikit tanggung. Umpan-umpan crossing-nya jarang terlihat. Sebaliknya di sayap kanan, Darwin tampil cantik dan ngotot. Sayang, pemain asal Cile tersebut dinilai kurang baik dalam melakukan umpan silang. Padahal umpan-umpan cross dari sayap sangat disukai para striker. ''Agung lebih maksimal jika di sayap kanan. Karena itu, kami mencoba Darwin di sayap kiri. Mereka sama-sama bagus. Namun, kami akan menghitung untung ruginya pergeseran pemain sayap ini dalam beberapa game lagi,'' kata Soetadi. Dalam game sore kemarin di Stadion Jatidiri, Soetadi melihat umpan-umpan crossing Agung dari sayap kanan sangat matang. Penampilan Darwin pun tidak begitu mengecewakan. Walau kurang bagus dalam memberikan umpan, tusukkan-tusukkan Darwin dari sayap kiri ke jantung pertahanan lawan sangat berbahaya. Bahkan, kerja samanya dengan Abdoulaye Djibril yang bermain sebagai gelandang kiri juga solid. Kondisi tersebut sedikit membuat Soetadi puas. ''Jika perubahan di sayap ini bisa meningkatkan kualitas permainan PSIS, saya akan terus memakai formasi ini di pertandingan nanti,'' katanya. Komunikasi Lemah Selain mengubah posisi pemain sayap, Soetadi juga mencoba Khair Rifo sebagai gelandang bertahan dan M Irfan sebagai gelandang serang. Mereka menggantikan Ricardo Bonavides dan Bambang Harsoyo. Penampilan kedua pemain itu membuat Soetadi puas. Rifo bisa bermain taktis, bisa membantu serangan dan pertahanan. Begitu juga dengan Irfan yang mempunyai mobilitas tinggi sehingga juga bisa membantu pertahanan. ''Rifo semakin baik. Ia tidak hanya pandai bertahan, tapi juga menyerang,'' ujarnya. Dalam latihan kemarin, Soetadi menilai permainan dan fisik anak-anak asuhannya semakin meningkat. Hanya saja, yang masih menjadi kendala saat ini adalah masalah komunikasi. Para pemain belakang dan tengah jarang melakukan komunikasi sehingga sering salah pengertian. Tidak ada pemain yang mengkoordinir pemain lain saat PSIS diserang maupun menyerang. Kondisi ini memungkinkan timnya berbuat kesalahan yang bisa dimanfaatkan pemain lawan. ''Komunikasi antarpemain lemah. Tak ada pemain yang berusaha mengingatkan rekannya jika posisinya salah saat menjaga lawan. Akibatnya, lawan mudah memanfaatkan kelemahan ini,'' ungkapnya. (H13-77) |