
| Selasa, 13 April 2004 | Olahraga |
Kiprah Terakhir SoderbergSTOCKHOLM - Merasa jenuh dan ingin istirahat, Tommy Soderberg menjadikan putaran final Euro 2004 di Portugal, Juni mendatang, sebagai kiprah terakhirnya bersama tim nasional (timnas) Swedia. Soderberg adalah pelatih pasangan Lars Lagerback. ''Apa pun hasilnya, saya merencanakan mundur dari timnas seusai Euro 2004,'' ujar Soderberg yang juga berduet dengan Lagerback pada Euro 2000 dan Piala Dunia 2002. Duet yang dikenal sebagai dynamic duo ini memang pasangan sehati. Keduanya jarang sekali berbeda pendapat. Jika ada masalah, keduanya mampu menyelesaikan dengan cepat. Duo dinamis ini pada awalnya diragukan. Namun keduanya mampu meneruskan konsistensi tinggi yang pernah dihasilkan pendahulunya, Tommy Svensson. Di bawah polesan Svensson, The Yellow Viking berhasil menembus semifinal Piala Dunia 1994. Yang Terbaik Soderberg menangani timnas sejak 1997. Sebelum itu, dia pernah menukangi AIK Solna dan Djurgardens. Bersama AIK Solna, dia sukses meraih gelar juara Liga Swedia pada 1992. Kalau Soderberg ingin segera mundur, tak begitu dengan Lagerback. Bekas pelatih timnas yunior Swedia ini tampaknya akan tetap bertahan, meski pasangannya mengundurkan diri. ''Pada kiprah terakhir, saya dan Lars akan coba memberikan yang terbaik. Kami memang lebih senang menjadi underdog daripada diperhitungkan,'' tutur Soderberg. Pada putaran final nanti, Fredrik Ljungberg dan kawan-kawan berada di Grup C bersama Bulgaria, tim favorit Italia dan ''Dinamit'' Denmark. Dibanding tim pada Piala Dunia 1994, pasukan Soderberg-Lagerback memang miskin bintang. Sepuluh tahun silam Svensson punya striker Thomas Brolin dan kiper Thomas Ravanelli. Sementara pemain paling potensial sekarang adalah gelandang Arsenal, Fredrik Ljungberg dan striker Zlatan Ibrahimovic (Ajax Amsterdam). Rata-rata pemain Swedia punya basis mau tampil habis-habisan di lapangan. Mereka lebih mengutamakan kekompakan dan kerja keras. (rtr,A7-59) |