logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Berita Utama  
Line

Ketua RT Itu Telah Tiada

DUKA mendalam sangat terasa di rumah Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Khomaedi di Jalan Malabar Selatan, RT 3 RW 17, Mojosongo, Jebres, Solo, saat mendengar kabar anggota Polsekta Serengan itu tewas ditembak perampok. Karena almarhum meninggal dalam tugas, Kapolwil Surakarta Kombes Drs Hasyim Irianto SH mengusulkan kenaikan pangkat satu tingkat.

Kabar kematian bapak tiga anak yang menjabat Ketua RT 3 RW 17 Perumnas Mojosongo itu sejak petang sebenarnya sudah terdengar. Namun warga tidak serta-merta mengabari Ny Hartini, istri korban. Akan tetapi, kerumunan massa di sekitar rumah duka sebenarnya sudah mengundang kecurigaan keluarga Abrip Khomaedi.

Kedatangan Kapolsekta Serengan AKP Drs Kamiran beserta jajarannya di rumah duka semakin mempertegas keyakinan keluarganya, Abrip Khomaedi meninggal dalam tugas pengawalan.

Kontan saja, kabar tersebut membuat seluruh keluarga yang taat menjalankan ibadah itu tidak dapat menahan tangis. Suasana histeris pun terasa di rumah duka. Kejadian yang dialami korban tentu tidak saja membuat keluarganya berduka, namun masyarakat yang mendengar kejadian itu menyatakan ikut bersedih dengan mendatangi rumah duka. Mereka menyatakan bela sungkawa.

Meninggalnya Khomaedi sangat mengejutkan keluarga dan rekan-rekan yang ditinggalkan. Sebab, anggota Polsekta Serengan yang dua kali menjabat Ketua RT 3 RW 17 itu sangat dikenal di tengah masyarakat kampungnya. Dia sangat peduli terhadap kampungnya. Bahkan sangat rajin bekerja bakti. ''Balai RT yang kita miliki merupakan idenya,'' papar Didit Suwarno dan Sukamto, dua tetangga dekat almarhum.

Beberapa warga sekitar hampir tidak percaya kalau Abrip Khomaedi sudah tiada.

Ketidakpercayaan tersebut dikemukakan beberapa warga, termasuk Suratman, Ketua RW 17. ''Kami tak menyangka, umur korban sangat pendek. Dia rajin sekali kerja bakti,'' kenang Suratman.

Hingga semalam, istri korban Ny Hartini dan tiga anaknya yaitu Tutik (23), Hesti (19), dan Setyo (17) yang sangat terpukul oleh peristiwa itu belum bersedia ditemui. Begitu pula dengan kerabat dekat korban. Mereka enggan memberi penjelasan atas musibah yang dialami Khomaedi.

Sementara itu, hingga pukul 20.00, sejumlah rekan-rekan sejawat almarhum tampak terlihat di luar ruang autopsi Labfor Kedokteran UNS, Jebres. Sebab menurut rencana, setelah autopsi selesai jenazah itu langsung disemayamakan di rumah duka di Perumnas Mojosongo. ''Rencananya bila kegiatan ini selesai jenazah itu akan langsung kami bawa ke rumah duka,'' kata Kapolsekta Serengan AKP Kamiran.

Kapolwil Surakarta Kombes Pol Drs Hasyim Irianto SH semalam tengah mempertimbangkan usulan kenaikan pangkat bagi almarhum. ''Akan kami pertimbangkan kenaikan satu tingkat itu. Sebab korban tewas dalam tugas,'' paparnya. Namun yang terpenting, lanjut dia, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menangkap perampok. ''Akan kami kejar. Apa yang dilakukan para perampok ini sangat kejam.'' (Sri Hartanto, Budi Santoso-33n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA