
| Selasa, 13 April 2004 | Berita Utama |
Polisi Tewas Ditembak
SOLO-Kota Solo kemarin sore digemparkan oleh aksi perampokan sadis yang menewaskan seorang polisi dan melukai dua satpam. Kasus perampokan yang tergolong nekat dan berani ini berlangsung di tengah keramaian orang, di kompleks pertokoan Goro Assalam. Di samping melepaskan tembakan berkali-kali hingga jatuh korban, perampok juga merampas uang ratusan juta rupiah milik Bukopin. Korban tewas adalah Abrip Khomaedi (46), anggota Polsek Serengan, Solo, yang waktu itu sedang bertugas mengawal uang tersebut bersama anggota satpam Bukopin. Dia tewas dengan luka tembak di bagian punggung tembus dada dan kepala. Aksi tersebut tergolong sangat berani karena dilakukan di tengah keramaian pengunjung pusat perbelanjaan sekitar pukul 16.30. Pelaku yang diperkirakan lebih dari empat orang tersebut mengendarai sepeda motor Yamaha F1ZR No AD-3468-PR warna oranye dan Kijang warna gelap No AD-7674-BU. Pelaku membawa kabur kotak berisi uang tunai sekitar Rp 600 juta, namun sumber lain menyebutkan Rp 140 juta. Usai beraksi, salah seorang pelaku nekat berjalan ke arah Jalan Ahmad Yani sembari menenteng kotak rampasan berisi uang dan pistol yang baru saja digunakan untuk menembak petugas. Penjahat itu seakan-akan tidak khawatir ditangkap dan wajahnya dikenali masyarakat sekitar. Sedangkan di belakangnya tampak mengikuti Yamaha F1ZR dan Kijang yang diduga anggota kawanan. Sampai di depan Goro, penjahat tersebut kemudian menodongkan pistol ke arah beberapa tukang becak. Setelah itu, dia kabur dengan membonceng sepeda motor temannya menuju arah timur. "Saya sedang nongkrong di atas becak milik teman saya ketika tiba- tiba ditodong dengan pistol. Karena ketakutan, saya langsung lari," ujar saksi, Kasiman (30), warga Delegan RT 2 RW 7, Desa Pabelan. Kejadian bermula saat satpam Bukopin membawa tiga kotak uang untuk disetorkan ke Bukopin Solo. Sembari menunggu mobil yang masih berada di tempat parkir, satpam Ahmad Fatoni menunggui kotak yang dimasukkan dalam troli belanja. Dia ditemani dua satpam Goro, yaitu Agus Wahyudi dan Lutfi Hasibuan. Saat itulah mendadak terdengar tembakan. Tiba-tiba Abrip Khomaedi jatuh tersungkur. Dia terkena tembakan di bagian punggung tembus ke dada dan sebuah tembakan lagi mengenai kepala sehingga tewas di tempat. Satpam Ahmad Fatoni juga terkena tembakan di bagian pelipis kanan. Sedangkan satpam Lutfi terkena tembakan di bagian paha sebelah kanan. Jenazah korban langsung dibawa ke Labfor UNS, sedangkan kedua satpam dirawat di RS Yarsis. Ditemui di ruang perawatan, Ahmad Fatoni mengaku tidak menyangka akan terjadi perampokan. Saat itu dia sedang menunggu troli berisi kotak uang bersama dua satpam Goro, Lutfi dan Agus Wahyudi. Mendadak dia didekati seorang perampok yang membawa pistol dan langsung terdengar tembakan. "Tahu- tahu kepala saya pening, ketika saya raba ternyata kening bagian kanan terserempet peluru. Langsung saya tiarap. Dalam keadaan setengah sadar, saya mendengar tembakan empat kali dan teriakan tiarap- tiarap," katanya. Sopir Bukopin, Anwar Abdulah (28), menjelaskan, saat itu dirinya sedang mengambil mobil di tempat parkir. Sedangkan kotak uang berada dalam troli di kawal Abrip Khomaedi dan satpam. Mendadak dia mendengar suara tembakan beberapa kali. Dirinya sama sekali tidak menyangka tembakan itu berasal dari pelaku yang menembak petugas yang mengawal kotak uang. "Saya baru tahu setelah saya berlari mendekat, dan saya lihat ada seorang yang meninggal," papar warga Jatisalam, Desa Kateguhan, Sawit, Boyolali. Saksi lain, Jujuk, mengaku, sebelum beraksi, pelaku sempat membeli teh botol di tempatnya. "Iya, pelaku datang ke tempat saya dan membeli teh botol tiga. Namun dia belum membayar. Saya sangat ketakutan setelah tahu mereka adalah perampok. Namun saya tidak bisa memastikan berapa kali suara tembakan." Usai kejadian sejumlah petugas dari Polres Sukoharjo dan Polwil Surakarta dipimpin Wakapolres Sukoharjo Kompol Marsito dan Wakapolwil Surakarta AKBP Drs Endang langsung menuju lokasi melakukan penyelidikan. Petugas berhasil menemukan tiga proyektil. Dua buah ditemukan di halaman dan satu buah proyektil ditemukan dalam kusen aluminium etalase Toko Buku Tisera. (G10-33t) | |||||