
| Selasa, 13 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Stabilisasi Fondasi untuk Jalan Terboyo
SEMARANG- Jalan masuk ke Terminal Terboyo bisa dibangun dengan konstruksi paving block. Namun, sebelumnya harus dilakukan stabilisasi lapisan fondasi dengan cement treated base (CTB). Demikian dikemukakan staf pengajar teknik sipil Undip Ir Bambang Pudjianto MT menanggapi rencana pembangunan jalan ke Terminal Terboyo menggunakan konstruksi paving block. Menurut dia, sifat konstruksi paving block lebih lentur, sehingga pada tanah lembek jalan seperti itu akan mudah bergelombang. Karena itu, dia mengingatkan sebelum memasang paving block mestinya dilakukan stabilisasi fondasi dengan CTB, yang merupakan campuran semen dan pasir. Fondasi itu akan tahan lama setelah campuran semen mengeras. "Stabilisasi fondasi tersebut juga dilakukan sebelum pembangunan jalan paving block di depan Stasiun Tawang," katanya. Kondisi tanah di Tawang hampir sama dengan Terboyo. Namun, setelah dilakukan stabilisasi fondasi ternyata cukup kuat. Semen jenis itu juga perlu digunakan seandainya Jalan Terboyo dibangun dengan konstruksi beton. Konstruksi beton sebenarnya lebih kuat ketimbang menggunakan paving. Sebab, beban dari kendaraan yang melalui jalan beton akan disebarkan secara merata dalam satu bidang. Tiga Konstruksi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Ir Agung Prijo Oetomo mengatakan, kondisi saluran yang buruk membuat jalan-jalan di kawasan Terboyo sering tergenang dan cepat rusak. Karena itu, Pemkot akan melakukan perbaikan saluran di kawasan tersebut secara menyeluruh. Namun, menurut dia, untuk tahap awal DPU akan memperbaiki saluran-saluran di lingkungan Terminal Terboyo. Setelah itu dilanjutkan saluran lain, termasuk di kawasan industri. Senada dengan Bambang Pudjianto, Agung juga berpendapat faktor fondasi jalan di Terboyo sangat penting. Namun, untuk tahap awal pihaknya akan melakukan pengurukan agar jalan itu bisa segera digunakan. Pemkot sedang mempertimbangkan tiga alternatif konstruksi, yakni beton, aspal, dan paving block. Menurut Agung, bila konstruksi aspal yang dipilih, akan dibuat dua lapis dengan ketebalan masing-masing 5 cm. Adapun untuk konstruksi beton akan dibuat seperti yang sudah ada di lajur sebelah barat Jalan Terminal Terboyo. Alternatif ketiga, paving block, dengan ketebalan 10 cm dengan spesifikasi kekuatan 450 kg / cm persegi. "Kami telah melakukan kajian akademis terhadap tiga alternatif tersebut," jelasnya. Menurut dia, selama masa konstruksi, pihak kawasan industri di sekitar terminal induk itu juga memperbolehkan jalan-jalan di kawasan itu digunakan untuk keluar masuk bus. Namun, Pemkot harus memperbaiki jalan-jalan itu jika terjadi kerusakan. Jalan beton yang sudah ada juga bisa digunakan dulu.(G6-63k) |