logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bekas Kantor di Lingkungan Setda Dilelang

  • Total Harga Lelang Rp 86 Juta

KENDAL- Seluruh bangunan gedung kantor di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kendal yang akan dipugar dan direnovasi telah dibeli melalui proses lelang, kepada pihak ketiga. Nominal yang diperoleh dari hasil penjualan lelang sejumlah bangunan Setda tersebut keseluruhannya Rp 86.131. 000.

Gedung di lingkungan Setda yang dilelang dan akan dipugar itu terdiri atas sembilan bangunan, yaitu Kantor Bappeda, Kesbang dan Linmas, Bagian Umum, Humas, Satpol PP, Kantor Pemdes, Tata Pemerintahan, Arsip Daerah, dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat.

Guna merealisasikan pembangunan gedung baru Setda plus (ditambah tiga SMA dan 1 SMK-Red) Pemkab telah menganggarkan dana Rp 80 miliar. Sekolah baru yang akan dibangun, yaitu SMA di Kecamatan Patean, Rowosari, Singorojo, serta satu gedung baru SMK di Kecamatan Brangsong. Pembangunan gedung Setda plus itu dibiayai secra multi years melalui APBD 2004 dan APBD 2005. Setiap tahun Pemkab mengalokasikan dana Rp 40 miliar.

Seperti diberitakan (SM, 11/3) renovasi gedung Setda telah direncanakan sejak 2001. Selama rencana pembangunannya, Pemkab telah tiga kali diombang-ambingkan oleh calon pelaksana proyek. Karena tak mendapat kepastian dari pelaksana proyek, akhirnya Pemkab memutuskan untuk membiayai pembangunan melalui APBD.

Dari pengamatan di lapangan, kondisi bangunan pada sejumlah kantor yang akan dipugar tersebut secara keseluruhan masih relatif bagus. Sebuah bangunan yang akan dipugar, yaitu Kantor Kesbang Linmas baru sekitar empat tahun ini direnovasi. Kantor ini dipugar pada 1999 dengan biaya sekitar Rp 40 juta.

Sesuai Prosedur

Dana renovasi untuk pembangunan Kantor Kesbang dan Linmas diperoleh dari sisa pembiayaan Pemilu 1999. Setelah tidak dimanfaatkan, gedung tersebut dijual dan dilelang seharga Rp 7.600.000. Material kayu di beberapa bangunan seperti pada gedung Bappeda dan Kesbang Linmas, belahan kayu jati. Selain mengambil material kayu, pemenang lelang juga mengambil genting dan material lain yang menempel di eks bangunan yang dipugar.

Secara terpisah, Asisten I Bidang Perencanaan Dra Enny Widaryanti saat diminta tanggapan berkait dengan pelelangan bangunan Setda yang akan dipugar mengatakan, hasil lelang yang diperoleh sudah melebihi harga dasar yang semula ditetapkan Pemkab. Secara keseluruhan patokan harga dasar (HD) bangunan tersebut Rp 42.579.375. Dengan demikian diperoleh selisih kenaikan hasil lelang Rp 43.551.625 atau 100% lebih.

''Proses lelang sudah melalui prosedur yang ada. Para peserta lelang berasal dari perorangan, jumlahnya tujuh orang. Enam orang berasal dari Kota Semarang dan satu lainnya dari Kendal. Pemenang lelang dua orang, semuanya dari Semarang,'' jelas Enny di kantornya, kemarin.

Dia menambahkan, sebelum melakukan proses lelang, pihaknya sudah mengumumkan melalui RSPD agar diketahui khalayak luas. Penayangan lelang dilakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu 3-5 April. ''Lelang terbuka untuk umum. Para pemenang lelang berkewajiban membayar 25% harga kesepakatan. Selain itu, bertanggung jawab membersihkan reruntuhan bangunan yang dipugar.'' (G15-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA