
| Selasa, 13 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Wanita Muda Ditemukan Tewas
WELERI- Sesosok mayat wanita muda tidak beridentitas ditemukan tewas di pinggir persawahan tepi sebelah selatan jalan lingkar Weleri. Tepatnya di Dukuh/Desa Payung RT 5 RW 1 Kecamatan Weleri. Diduga wanita malang itu telah menjadi korban pembunuhan. Asumsi tersebut didasarkan dari luka di bagian belakang kepalanya sepanjang sekitar 10 cm dengan kedalaman 5 cm. Luka yang memanjang dari telinga kiri ke kanan itu diperkirakan akibat bacokan senjata tajam sejenis parang. Ketika kali pertama ditemukan oleh seorang buruh tani, kemarin (12/4) sekitar pukul 09.30, wanita muda yang diperkirakan berusia 20 tahun nyaris tanpa ditutupi sehelai pakaian. Pakaian yang masih menempel adalah kaus lengan panjang biru muda, dan BH warna merah. Posisi kaus tersingkap di ujung kedua tangannya. Saat ditemukan, mayat wanita dengan ciri-ciri fisik rambut ikal sebahu, kulit kuning langsat tersebut dalam posisi terlentang dan membujur ke arah barat, dengan kedua tangannya terangkat di atas kepala. Selain luka sabetan senjata tajam di bagian kepala belakang, belum ditemukan tanda-tanda penganiayaan di bagian tubuh korban lainnya. Dokter Puskesmas Rowosari II yang melakukan visum di lokasi penemuan juga tidak menemukan dugaan tanda-tanda kekerasan seksual pada korban. Daun Ketela Keterangan yang dihimpun di lapangan, mayat wanita muda itu ditemukan oleh seorang buruh tani. Sekitar lokasi penemuan mayat adalah areal persawahan padi siap panen. Seorang buruh panen itu, saat hendak menumpuk potongan jerami di pinggir sawah menemukan jasad korban yang sebagian ditutup daun ketela pohon. Posisi mayat itu mepet di bawah dinding jalan lingkar yang di sekelilingnya tumbuh rimbun belasan pohon pisang. ''Mayat itu dipastikan bukan seorang gelandangan. Sebab, dilihat dari kondisi fisiknya terawat. Telapak tangan dan kakinya halus. Pada bekas luka di kepala bagian belakang, tampak darah yang telah mengering,'' tutur Nuryosin (25), saksi mata yang juga seorang buruh bangunan di sekitar lokasi kejadian. Informasi seputar penemuan mayat yang kondisinya relatif masih segar itu diterima Kades Payung Nansari (42). Selanjutnya pihaknya melaporkan peristiwa itu ke aparat Polsek Weleri dan Polres Kendal. Polisi dipimpin Wakapolres Kompol Drs Agus Susanto didampingi Kasatreskrim Iptu Hanny Hidayat bersama Kapolsek Weleri Iptu Didik Novi Rahmanto tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 dan melakukan olah TKP. ''Korban diperkirakan meninggal sekitar 8 hingga 4 jam sebelum ditemukan atau pukul 01.00-05.00 dini hari (Senin, 12/4). Analisis tersebut diperoleh dari kondisi tubuh korban yang masih relatif segar,'' jelas Kapolsek Weleri Iptu Didik Novi Rahmanto. (Setyo SM-84k) |