
| Selasa, 13 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Perlu Perubahan Perilaku Anggota DewanGROBOGAN - Peneliti dari Pusat Kajian Global Society (Pacivis) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Sarah Nuraini Siregar SiP menilai, harus ada perubahan perilaku anggota Dewan terpilih mendatang. Sebab, 77% responden memiliki persepsi negatif terhadap DPRD Grobogan. Lebih lanjut dia mengatakan, sebagian responden juga menyatakan, anggota DPRD lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan partainya daripada kepentingan masyarakat. Huda, peneliti lokal yang tergabung dalam Pacivis Fisip UI, menyatakan, sekarang masyarakat hanya dijadikan alat legitimasi. Dalam penelitian tersebut, kata Huda, masyarakat mengharapkan anggota Dewan yang memiliki integritas moral, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), aspiratif, berpendidikan, bebas dari tindakan kriminal. "Bagi responden, penampilan fisik bukanlah pertimbangan utama dalam memilih wakil rakyat," katanya. Stabilitas Keamanan Terkait dengan kebijakan, kata dia, yang harus dilaksanakan anggota Dewan adalah memperjuangkan ketersediaan barang kebutuhan pokok, pengentasan warga miskin, penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, dan stabilitas keamanan. Adapun dasar penentuan responden itu adalah mereka yang telah memilih pada Pemilu 1999. Sebagian besar responden termasuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Semakin tinggi penghasilan, semakin sedikit respondennya. Pada saat ditanya soal keyakinan responden bahwa Pemilu 2004 akan menghasilkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik, 53,3% responden yakin pemilu ini akan membawa perubahan, 43,5% tidak yakin, dan sisanya (1,2%) menyatakan tidak tahu. Pada akhir pemaparan tersebut, mereka mengatakan, perlu peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengontrol kinerja wakil rakyat dan mendidik para pemilih secara berkesinambungan untuk memantau para anggota Dewan. (H3-84e) |