logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kader Moncong Putih Segel Kantor DPC

  • Dipicu Anjloknya Suara PDI-P

SALATIGA - Ratusan kader "moncong putih" Salatiga, Senin (12/4) melakukan aksi penyegelan Kantor DPC PDI-P di Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, mereka juga menyampaikan mosi tak percaya kepada Ketua Ny Sri Utami Djatmiko Wardojo dan Sekretaris Yohanes Haryanto.

Aksi itu dipicu hasil perolehan suara PDI-P pada Pemilu 2004 yang anjlok. Pada pemilu ini diperkirakan PDI-P hanya akan menempatkan empat wakilnya di DPRD Kota Salatiga, atau turun lima kursi dari hasil Pemilu 1999.

Massa semula berkumpul di Sekretariat PAC PDI-P Kecamatan Tingkir di Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian mereka bergerak ke Kantor DPC dengan menggunakan delapan truk dan belasan mobil lainnya.

Sampai di Kantor DPC, massa kemudian menyegel pintu dengan menggunakan sebatang bambu dan tripleks yang dipakukan pada kusen. Sedikitnya sepuluh poster yang isinya menghujat kepemimpinan Sri Utami dan Haryanto, ditempelkan di dinding kantor. Sebuah kaca di bagian barat dicoret dengan cat putih bertulisan, "Sri Utami... (lengkapnya ada pada Redaksi)".

Poster-poster itu antara lain bertuliskan, "Maju Terus Pantang Mundur sampai Ketua dan Sekretaris DPC Turun", "Ketua DPC Entuk Suara 117, Opo Tumon?", "Kredibilitas Megawati Hancur di Tangan Sri Utami dan Haryanto", dan "Ingat, PDI-P bukan Partai Keluarga".

Tidak Anarkis

Bambang Pamularsih (caleg PDI-P dari Daerah Pemilihan Tingkir) meminta massa untuk bersikap simpatik, tidak anarkis, dan tidak merusak fasilitas umum. Sebab, aksi itu hanya menuntut Sri Utami dan Haryanto untuk mempertanggungjawabkan kekalahan PDI-P di Kota Salatiga.

"Yang kalian tuntut adalah masalah administrasi. Saya mohon, tidak usah melakukan aksi yang merugikan pihak lain, apalagi mengganggu ketertiban umum," pinta Bambang.

Sama dengan Bambang Pamularsih, Koordinator Lapangan Sunarto AY juga memprotes sikap pengurus teras DPC PDI-P. Pasalnya, Sri Utami dan Haryanto dinilai melecehkan keputusan DPP dan DPD Jateng mengenai penyusunan daftar caleg yang lalu.

"Kalian sendiri pasti sudah mendengar adanya caleg yang memperoleh suara terbanyak, namun dikalahan caleg yang memperoleh suara sedikit. Hal itu terjadi akibat keputusan struktural DPC. Karena itu, sudah saatnya fungsionaris DPC diturunkan dengan cara melakukan reorganisasi. Ketua dan sekeratris harus turun!" teriak Sunarto.

Tidak Tergesa-gesa

Setelah menyegel Kantor DPC PDIP, massa kemudian bergerak ke Kantor KPU di Jalan Ki Penjawi Salatiga. Di tempat tersebut beberapa pengurus PAC ditemui Ketua KPU Kiai Tamam Qaulany dengan anggota Dra SR Hidayah dan M Fauzi SAg MAg. Dua anggota lainnya, Dyah Sari Marhaeny SH dan Bambang Adi Nugroho SH tak kelihatan.

Bambang Pamularsih meminta lembaga itu tidak tergesa-gesa menetapkan nama-nama caleg dari PDI-P. Pasalnya, persoalan mengenai siapa yang berhak menjadi caleg masih belum final.

"Kami mohon KPU tidak menetapkan nama-nama caleg dari PDI-P. Kami tidak mengancam. Kami juga tak marah. Namun, realitasnya ya seperti ini," pinta Bambang kepada Tamam.

Akhirnya, di Kantor KPU mereka menandatangani berita acara yang meminta KPU tidak mengesahkan nama-nama caleg asal PDI-P. Bambang minta nama-nama yang akan disahkan hasil pengesahan dari internal partai. Kemudian, meminta KPU untuk menyelesaikan persoalan ijazah palsu.

Selain itu, PAC PDI-P Kecamatan Tingkir juga mengeluarkan surat mosi tak percaya. Alasannya, kepemimpinan Sri Utami dan Haryanto dinilai gagal memenangi pemilu hingga menyebabkan kursi PDI-P tinggal empat.

Sri Utami dan Haryanto juga dianggap tidak transparan, mengutamakan kepentingan pribadi (KKN) serta mencalegkan orang-orang yang bukan struktural partai. Selain itu, keduanya dianggap mempunyai 12 kesalahan lainnya.

Dari KPU, massa bergerak ke Kantor Panwas di Jalan P Diponegoro 1 Salatiga. Sayang, Sri Utami dan Haryanto saat dihubungi melalui telepon, tak merespons. Teleponnya tidak diangkat. Sebelumnya, kepada Suara Merdeka Sri Utami berjanji akan menyelidiki mengapa parpolnya bisa kalah. (A2-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA