
| Selasa, 13 April 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Pemindahan Hewan Tunggu Lokasi Baru Selesai
BALAI KOTA- Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Drs H Agus Sudarmadji MM mengatakan, pemindahan Taman Margaraya Tinjomoyo ke Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, tepatnya di depan Terminal Mangkang, segera direalisasikan setelah pembangunan bonbin di lokasi yang baru itu selesai. Sampai sekarang lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan. "Jadi, tepat bila kami dikatakan lamban atau menunda pemindahan kebun binatang Tinjomoyo ke tempat yang baru," ujarnya. Pihaknya hanya menunggu pembangunan bonbin baru selesai. Sebab, tidak mungkin dilakukan pemindahan apabila lokasi baru itu masih dibangun. Bukti keseriusan itu sudah ditunjukkan dengan memindah sejumlah hewan di Taman Lele yang lokasinya berdekatan dengan Wonosari. Dia menuturkan, kondisi alam di Tinjomoyo kurang mendukung untuk kebun binatang. Di sana tanahnya labil dan kurang air, sehingga tampak kurang bersahabat untuk binatang yang dilindungi. Dia mencontohkan beberapa kali membangun kandang macan dengan ukuran bangunan yang cukup besar, tetapi selalu retak akibat kondisi alam yang labil. Akibatnya, macan di sana tetap berada di kandang kecil. "Kami khawatir jika keberadaan mereka di sana dipertahankan, justru menyengsarakan hewan-hewan yang ada." Agus membenarkan, kehadiran kebun binatang di Tinjomoyo sebenarnya untuk meniru Taman Safari. Hal itu dapat dilihat antarkandang terletak berjauhan dengan luas lahan 70 hektare, sehingga para pengunjung yang akan mengelilingi kawasan itu harus menggunakan mobil. Namun, sayang pemilihan lokasinya kurang tepat, sebab alam di sana tidak mendukung. Kebun binatang idealnya menggunakan tanah yang luas, tetapi tidak berarti luas menjadi syarat utama. Terbukti banyak kebun binatang di sejumlah daerah yang hanya menggunakan beberapa hektare tanah, seperti bonbin di Bandung dan di Jatim. "Di lokasi baru itu, Pemkot menyiapkan tanah seluas 14 hektare," jelasnya. Penangkaran Pemindahan bonbin Tinjomoyo ke Wonosari, lanjut dia, bukan berarti menghilangkan peran wisata di Tinjomoyo. Daerah tersebut tetap digunakan untuk tempat wisata alam dan penangkaran hewan menjangan. Rencananya, dari tanah seluas 70 hektare, yang akan digunakan untuk penangkaran menjangan hanya seluas lima hektare. "Bila perkembangannya cepat, semua lokasi itu akan digunakan untuk kebun binatang khusus menjangan. Jadi, masyarakat sekitar tidak perlu khawatir karena Tinjomoyo tetap jadi daerah wisata," tandasnya. (H1,G17-83k) |