logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Panjang Jalan Layang Kalibanteng 1,5 Km

SEMARANG - Dinas Bina Marga Jateng memastikan akan membangun dua jalan layang (fly over) berdasarkan detail engineering design (DED) untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Bundaran Kalibanteng.

Kedua jalan layang yang dibuat dari arah Jalan Yos Sudarso (arteri utara) dan Jalan Jenderal Sudirman itu akan melintas tepat di atas Bundaran Kalibanteng kemudian bertemu di atas Jalan Siliwangi.

Menurut penuturan pemimpin proyek dari Bina Marga Ir Bambang Suryono MSc, Senin (12/4), titik tertinggi jalan layang Kalibanteng dari permukaan tanah yaitu delapan meter dengan panjang masing-masing jalan layang sekitar 750 meter atau total sekitar 1,5 km.

"Setiap jalan layang membutuhkan lima tiang penyangga dan akan bertemu tepat di atas mulut Jalan Siliwangi dengan Bundaran Kalibanteng. Dari pertemuan kedua jalan itu akan dibuat jalan layang yang lebih besar dengan tiga tiang penyangga besar," jelas dia.

Bambang mengungkapkan, selama proses pembuatan konstruksi yang akan dilakukan oleh kontraktor konstruksi pemenang tender, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan, sehingga proses pembuatannya benar-benar sesuai dengan DED yang telah ditentukan.

Jalan Searah

Karena jalan layang tersebut akan melintas tepat di atas Bundaran Kalibanteng, kata dia, Bina Marga akan berkoordinasi dengan semua instansi yang terkait, seperti PDAM, PLN, Telkom, Dinas Pertamanan, dan instansi lain sehubungan dengan kemungkinan terjadi singgungan antara kaki-kaki tiang penyangga jalan layang dan instalasi yang berada di dalam tanah. "Dalam koordinasi tersebut akan disepakati bagaimana mencari jalan keluar jika terjadi singgungan instalasi, sehingga kemungkinan singgungan dengan instalasi itu dapat dihindari atau dialihkan," tandasnya.

Kemudian, lanjut Bambang, berdasarkan perhitungan visibilitas (kelayakan) yang dilakukan konsultan konstruksi dari Jakarta, jalan layang yang akan dibuat hanya untuk jalur searah. Yakni, jalan layang tersebut hanya digunakan untuk melayani lalu lintas dari arah arteri utara (Jalan Yos Sudarso) dan dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Siliwangi (ke arah Jakarta).

Sebaliknya, lanjut dia, arus lalu lintas dari arah Jakarta tetap melewati jalur seperti sekarang. Jika mereka ingin kembali ke arah Jakarta dapat melalui jalan layang.

Waktu pengerjaan fly over Kalibanteng dengan dana yang telah dianggarkan Rp 80 miliar itu diperkirakan dua tahun. Tenaga ahli yang akan dipakai dalam pembuatan konstruksi jalan layang nanti adalah tenaga ahli dari Indonesia. (H2-45e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA