logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Perampok Pedagang Emas Ditembak

JEPARA - Salah seorang tersangka dalam perampokan terhadap pedagang emas ditembak polisi. Amin Sholeh (30) ditangkap di rumahnya di Desa Pancur, Mayong, Jepara, Minggu malam.

Polisi menyita barang bukti berupa perhiasan emas dan motor Yamaha RX King yang digunakan untuk merampok di depan kios Toko Emas Manfaat, Pasar Lebak, Kecamatan Mlonggo, Jumat lalu.

Dengan motor RX King, Amin memboncengkan Rondi dari kampungnya menuju pasar Lebak. Adapun adiknya bernama Asmikan, dengan kendaraan RX King memboncengkan Purwanto. Kawanan itu menunggu di dekat toko emas Manfaat milik Hj Wahyuni (48), warga Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan.

Menjelang tengah hari, toko tutup. Hj Wahyuni bersama karyawannya sudah menuju mobilnya, Suzuki Carry, yang dikemudikan Heri Anton. Ada tiga tas berisi emas dagangan dan uang. Satu tas dibawa Marini yang berjalan paling depan, disusul Hj Wahyuni dan Eni Afifah di belakang membawa dua tas. Satu karyawan, Khundoifah, bertugas menutup pintu toko.

Tiba-tiba muncul laki-laki dari arah belakang dan langsung merampas salah satu tas yang dibawa Eni. Dia mencoba mempertahankan tas agar tidak dibawa kabur penjambret. Tak mau kehilangan buruannya, perampok memukul Eni hingga tak dapat mempertahankan tas yang dibawanya.

Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha mengejar pelaku, namun pelaku sudah lebih cepat kabur ke selatan ke arah Kecamatan Batealit. Para pelaku hanya memakai topi dan tidak memakai penutup wajah.

Menurut keterangan Hj Wahyuni, uang tunai yang ada dalam tas berjumlah Rp 35 juta dan emas sekitar 2 kg. Nilai kerugian seluruhnya sekitar Rp 250 juta. Menurut informasi, selama berdagang perhiasan emas dia sudah delapan kali menjadi korban perampokan. Terakhir dialami pada 2001.

Amin Sholeh mengaku, penggagas perampokan adalah Rondi. "Saya heran, mengapa mau saja diajak njambret," ujar Amin.

Ketika tawaran datang, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00, saat sebagian besar warga bersiap ke masjid untuk shalat jumat. Rondi menceritakan sudah mengincar korban selama tiga kali namun belum berhasil. Pada rencana keempat, dia mengajak Amin dan aksi perampokan pun terlaksana.

Amin mengaku, menerima uang Rp 4,5 juta dari Rondi. Uang yang akhirnya ia bagikan kepada Asmikan Rp 1,5 juta dan Purwanto Rp 1,5 juta itu dia terima dalam perjalanan. Dia mengaku tidak tahu jumlah uang dalam tas yang dibawa kabur Rondi.(kar-81n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA