logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Bekas Pasar yang Terbakar Akan Ditutup

  • Belum Diketahui Kapan Dibangun Lagi

WONOSOBO- Pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo, mulai Selasa (13/4) diperbolehkan membangun kios atau tempat usaha di bangunan sementara yang disediakan Pemkab di alun-alun Kota Wonosobo.

Pemkab telah memfasilitasi dan menyediakan bangunan los bagi para pedagang korban kebakaran. Kepala Dinas Pengelola Pasar Wonosobo Drs Suharto MM yang ditemui di lokasi pasar penampungan sementara, Senin kemarin, mengatakan, untuk pengaturan tempat berdagang pihaknya bekerja sama dengan para pengurus paguyuban dan perwakilan pedagang.

Dengan demikian, penempatan mereka nantinya akan sesuai dengan lokasi mereka ketika masih berada di pasar induk.

Suharto mengemukakan, Pemkab hanya menyediakan fasilitas berupa bangunan utama untuk los/kios, listrik, dan air bersih. Untuk lapak/dasaran di los ataupun kios, dilakukan atau diusahakan sendiri oleh para pedagang. Adapun bangunan yang disediakan Pemkab diperuntukan bagi 4.282 pedagang korban kebakaran pasar induk.

Di lokasi pasar penampungan di alun-alun, para pedagang tidak boleh membuat lantai dari semen. Namun, mereka diperbolehkan membuat lantai dari paving atau lantai dari papan kayu. Hal itu dimaksudkan agar tidak merusak rumput alun-alun.

Dengan penempatan kembali para pedagang korban kebakaran pasar induk, pihaknya melarang PKL berjualan di sekitar alun-alun. PKL baru juga dilarang membuat petak/lapak di lokasi kosong. Sehubungan dengan itu, pihaknya akan mengadakan penertiban.

Dia menyebutkan, setelah semua pedagang menempati lokasi pasar penampungan, lokasi pasar induk yang terbakar akan ditutup. Lokasi bekas pasar induk harus bersih dari pedagang.

Dibagi Dua Bagian

Disinggung tentang rencana membangun kembali pasar induk, Suharto mengungkapkan, pada pertengahan April 2004, konsultan pembangunan akan mengekspose atau menyampaikan pemaparan masalah tersebut. Dengan demikian sampai sekarang, dia mengaku belum tahu pasti tentang waktu pembangunan kembali pasar tersebut.

Suharto mengungkapkan, untuk membangun kembali pasar induk, saat ini muncul wacana agar pasar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Pada bagian tengah bisa dilewati mobil pemadam kebakaran. Hal itu pun akan membuat keramaian lebih merata.

Wacana lain yang juga muncul dan menjadi perbincangan, ungkap Suharto, pembangunan pasar induk akan diperluas dengan memindahkan penduduk Kampung Pencilsari di barat pasar induk. Warga yang dipindah akan diberi tanah untuk membangun rumah. Mereka juga diberi hak untuk mendapat lokasi berdagang di pasar induk. Dengan demikian, masyarakat Kampung Pencilsari tetap bisa berdagang di pasar, tetapi mereka juga diberi tanah untuk tempat tinggal.

Soal kemungkinan terjadinya genangan air hujan di kompleks pasar penampungan di alun-alun, Suharto menjelaskan, untuk mengantisipasi hal itu Dinas PU telah menyediakan empat penyedot air. Untuk menunjang pasar, saat ini telah dibuat lokasi bongkar muat barang yang diangkut truk/kendaraan, seluas 2.000 m2 lebih dengan fasilitas sejumlah MCK.

Sebagaimana diberitakan, pasar induk Wonosobo terbakar pada 11 Maret lalu. Ribuan pedagang yang menempati los di lantai dasar sampai lantai tiga, kehilangan tempat usahanya. Pasar induk itu juga pernah terbakar habis pada 30 September 1994.(P55-76j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA