
| Selasa, 13 April 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
70% Sukses, 30% GagalKEBUMEN - Dari evaluasi yang dilakukan Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu (Jamppi) di beberapa tempat, Pemilu 2004 di Kabupaten Kebumen 70% sukses dan selebihnya (30%) dianggap gagal. ''Kegagalan itu karena banyak pemilih tidak terdaftar, KPPS lemah dan masih banyak pemilih belum paham soal sistem pemilu,'' jelas Koordinator Jamppi Kebumen Muhtar Al Huda, kemarin. Menurut Muhtar yang didampingi Eko Wahyudi, kegagalan itu diperparah oleh lambannya proses penghitungan suara. Kedua aktivis itu menilai semuanya bersumebr dari kinerja KPU yang belum maksimal, kinerja panwas tidak sesuai dengan mandat, serta partai politik belum semua mematuhi aturan main. Mengenai kinerja KPU, Jamppi Kebumen menilai selama ini pembekalan terhadap PPS dan KPPS tidak maksimal. Akibatnya, teknis pelaksanaan pemilu mengalami hambatan. Bahkan hampir di semua TPS saat hari pencobolosan mundur 30 menit sampai 1 jam. Mengenai penghitungan suara, banyak anggota KPPS kebingungan menghadapi banyak isian yang harus dikerjakan. Belum lagi logistik pemilu mepet tiba di lokasi TPS. ''Masyarakat pemilih 65% belum paham tentang proses pemilihan,'' jelas Eko Wahyudi. Kurang Tegas Muhtar mengemukakan, Jamppi menilai panwas kurang tegas. Terutama dalam menindak pelanggaran administrasi ataupun yang bisa mengarah ke pelanggaran pidana. Tentang partai politik, lembaga itu menyimpulkan banyak dari mereka melakukan pencurian start, dan etika para juru kampanye (jurkam) yang kurang mendidik. Bahkan parpol cenderung memobilisasi massa tanpa ada kampanye yang menjual program, serta diwarnai politik uang. Jamppi Kebumen yang dibentuk aktivis PMII itu pada hari pemungutan suara menerjunkan 100 relawan di berbagai tempat. Koordinator Kebumen dipegang Latif, Karanganyar Taufikurahman, Klirong Eko Wahyudi, Alian Irhamni dan Buluspesantren Khotimul Hasan. Namun, Jamppi mengakui Pemilu 2004 ini lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya. Antusiasme masyarakat menyambut pemilu masih cukup tinggi, dan suasana hari pencoblosan aman dan tertib. Muhtar menegaskan, Jamppi akan mengawal Pemilu 2004 sampai proses penghitungan suara selesai dan penetapan wakil rakyat hingga pemilu lanjutan 5 Juli nanti, yakni pemilihan presiden. ''Kami berharap temuan-temuan ini bisa ditindaklanjuti oleh KPU, panwas ataupun parpol demi kebaikan bersama dan pembangunan demokrasi di daerah agar berkualitas,'' ujar Eko Wahyudi.(B3-76k) |