logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Hari Pertama Uji Coba

Puluhan Warga Minta Bekerja di Terminal Baru

KAJEN- Puluhan warga di sekitar lokasi terminal baru Kajen meminta kepada penanggung jawab terminal agar dapat dipekerjakan di sana. Padahal lapangan pekerjaan di tempat itu sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi permintaan seluruh warga.

Ketua Serikat Pekerja unit Terminal Kajen Cashuri menyatakan warga di sekitar lokasi terminal baru memang mengajukan diri agar bisa dipekerjakan di terminal baru. "Secara resmi yang sudah mendaftar kepada kami berjumlah 80 orang," ujar lelaki gondrong yang akrab dipanggil Boled tersebut.

Warga yang kebanyakan berasal dari Kelurahan Kajen dan Gandarum, kata Boled, tidak mungkin tertampung semuanya, sebab jumlah pekerjaan yang ada terbatas. Karena itu pihaknya akan menyeleksi mereka yang benar-benar berpengaruh dan mempunyai kemampuan.

Keterbatasan itu, kata dia, sudah diinformasikan kepada warga sekitar agar mereka bisa mengerti. "Saya yakin tidak akan ada masalah sebab warga sekitar paham bahwa mereka semua tidak mungkin bisa tertampung," katanya.

Adapun para penghuni terminal lama yang sebelumnya berjualan, kata dia, tidak perlu khawatir, sebab 16 kios tambahan akan dibangun untuk melengkapi 18 kios yang sudah ada. "Hingga saat ini belum ada masalah. Selama uji coba kami akan mencatat berbagai masalah yang muncul agar diselesaikan sehingga Kajen bisa lebih berkembang," jelasnya.

Permintaan warga untuk bisa dipekerjakan di terminal, menurut warga setempat sangat wajar. "Lokasi terminal baru ada di Kelurahan Kajen, jadi wajar kalau kami juga ingin bekerja disini," ujar Kusnoto (32), warga Kelurahan Kajen saat melihat uji coba penggunaan terminal baru kemarin.

Dia bersama teman-temannya mengaku mau bekerja apa saja. Mereka siap dibimbing oleh yang sudah lebih dulu bekerja di terminal lama.

Lancar

Sementara itu hari pertama uji coba terminal baru Kajen kemarin berlangsung lancar. Bus dan angkutan kota jurusan Kajen sudah banyak yang masuk ke terminal baru. Sementara itu terminal lama ditutup dan dijaga petugas Satpol PP agar tidak ada lagi kendaraan yang masuk.

Sejak pagi, di depan pasar Kajen petugas gabungan dari Pemkab dan Polres Pekalongan mulai menertibkan arus lalu lintas dan mengalihkan kendaraan umum ke rute yang baru yaitu jalur Kulu Kecamatan Karanganyar-Nyamok-Kajen. Kepadatan kendaraan yang biasanya berjubel di depan terminal lama dan Pasar Kajen pada siang hari pun agak berkurang.

Namun perubahan rute tersebut sempat mengecewakan para pengemudi "bus tuyul". Sebab menurut mereka tidak semua kendaraan melewati jalur itu. "Kami kecewa kenapa angkutan kota mikrolet tetap lewat di rute lama yaitu di depan pasar Kajen, sedangan bus lewat rute baru," ujar Ketua Persatuan Kru Bus Kajen Sudiyarto.

Menurut dia, seharusnya semua kendaraan umum yang lewat ke Kajen diperlakukan sama sehingga tidak memunculkan kecemburuan. Pengalihan rute baru, kata dia, menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama sekitar 20 menit. Namun hal itu, lanjut dia, tidak masalah jika semua angkutan kota dapat rute yang sama. "Sebab jika rute angkutan kota tetap sama berarti mereka yang akan sekolah dan ke pasar tak mau naik bus karena tak lewat jalur itu. Adapun angkutan kota melewati hampir semua sekolah dan pasar," tambahnya. (G16-20i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA