logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 13 April 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Lahir Anak Sapi Berkepala Dua

TEMANGGUNG- Masyarakat Dusun Mlereng, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Temanggung, sejak sepekan ini ramai membicarakan anak sapi berkepala dua.

Keanehan itu juga menarik perhatian warga lain desa sehingga hampir setiap hari berdatangan untuk menyaksikannya.

Dua kepala anak sapi itu berdekatan dengan arah berlawanan. Baik mata, hidung, maupun mulutnya tetap mirip dengan kebanyakan anak sapi lainnya. Namun, dua daun telinganya berada di ujung kepala.

Menurut Ny Walminah (pemilik sapi), banyak keunikan terdapat pada anak sapi yang lahir Kamis (8/4) lalu. Selain berkepala dua, anak sapi berjenis kelamin betina itu tak mau sembarangan makan dan minum.

''Minumnya harus susu, sehari bisa menghabiskan sepuluh bungkus. Adapun makannya sulit karena hampir setiap hari minum saja,'' kata ibu berumur 35 tahun itu kepada para wartawan di rumahnya kemarin.

Banyak Pengeluaran

Akibatnya, Ny Walminah harus mengeluarkan banyak uang untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum anak sapi tersebut. Saat ini dalam sehari tak cukup Rp 5.000 untuk membeli susu. Diperkirakan, setelah besar nanti pengeluaran untu itu akan lebih banyak.

Kelahiran anak sapi itu sekitar pukul 12.00 siang, prosesnya wajar saja. Ibu kandung Ny Walminah, Mbah Bero (60) yang menyaksikan proses kelahiran itu kaget karena begitu keluar anak sapi itu terlempar sampai menghantam dinding.

''Lebih kaget lagi begitu menyaksikan kepalanya ada dua. Hal itu lalu diberitahukan kepada para tetangga yang langsung berdatangan menengok ke kandang,'' kata Ny Walminah yang sudah dua tahun ditinggal suaminya bekerja di luar Jawa.

Dalam waktu singkat, peristiwa langka itu langsung menyebar ke mana-mana. Hampir setiap hari banyak warga baik dari desa sekitar maupun luar kota berdatangan.

Beberapa waktu lalu, ada pengunjung yang berminat membeli anak sapi langka tersebut. Namun pemiliknya belum berniat menjual.

Karena itu meski mendapat tawaran cukup tinggi, anak sapi itu tidak diserahkan.

Karena banyak pengunjung datang, hewan aneh itu kini tak lagi menghuni kandang belakang rumah Ny Walminah.

Pemiliknya mengeramatkan anak sapi itu dengan meletakkannya di teras rumah, beralaskan kain putih bersih.(nt-76i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA