
| Rabu, 7 April 2004 | Surat Pembaca |
Hari Jadi Prov Jateng Untuk menetapkan Hari Jadi Provinsl Jateng maka Pansus DPRD telah mempertimbangkan tiga opsi. Pertama, Stadblaad 1929, kedua UU No 10 l 1950 dan ketiga Rapat Badan Panitia Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945. Dari ketiga opsi, akhirnya Pansus memegang teguh ketentuan UU No 10 11950 dan menetapkan tanggal 15 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Provinsi Jateng. Pertimbangannya karena Stadblaad 1929 berbau kolonial dan daerah-daerah yang termasuk Jateng tidak seperti sekarang. Selain Itu, Pansus memandang rapat BPUPKI hanya memiliki nilai historis, tidak punya landasan hukum ketatanegaraan. Ketiga opsi maupun dasar pertimbangan Pansus tersebut terungkap dalam pemberitaan Suara Merdeka 5 Aprll 2004. Tanpa ingin mencampuri hak dan wewenang para wakil rakyat, akurasi berbagai pertimbangan sebagai dasar pengambilan keputusan tersebut kiranya memerlukan renungan lagi. Terutama mempermasalahkan daerah yang sekarang disebut Provinsi Jateng dalam Stadblaad 1929. Selain itu juga mempermasalahkan nilai historis dari rapat BPUPKI. Mengapa ? Pertama, jika wujud atau luas wilayah darl sesuatu pemerintah provinsi/kabupaten/kota dijadikan dasar dalam membahas hari jadinya, maka produk hukum yang selama ini telah melakukan pemekaran/penclutan wilayah harus ditinjau ulang. Kedua, jika nilai historis hasil rapat BPUPKI dipermasalahkan, perlu disadari bahwa terwujudnya Negara Proklamsi 17 Agustus 1945 berdasarkan UUD 1945 adalah hasil rapat/konsensus para pendirl negara yang duduk sebagai anggota BPUPKI maupun PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesla). Semoga ada manfaatnya. H Amat Iskandar
*** Surat Terbuka buat Pimpro Jratunseluna
Saya warga Blok F Perumahan Plamongan Indah Semarang ingin menanyakan beberapa hal kepada Pak Pimpro Jratunseluna: - Sungai Jratunseluna yang berdekatan dengan pemukiman penduduk di blok F Plamongan Indah lebarnya 30 m, tentu ada aturan mengenai jarak minimal antara pemukiman dan sungai. Tetapi faktanya jarak tersebut hanya sekitar 5 m. Apakah itu cukup ? - Tanggul sungai tanpa talut apakah sudah memadai mengingat tanggulnya longsor jika hujan dan ini mengganggu lalu lintas, kebersihan dan kenyamanan di lingkungan kami. - Mengingat sungai cukup lebar dan dalam apalagi jaraknya dekat dengan pemukiman tentu sangat mencemaskan bila anak-anak bermain di situ tanpa sepengetahuan para orang tua. Apalagi sudah ada korban anak tenggelam. Untuk itu mohon Pak Pimpro membuatkan pagar tembok. Demikian surat saya dan berharap Pak Pimpro atau bapak pejabat dari dinas terkait memberi penjelasan dan solusinya. Teguh Arif W
*** Telkom Flexi Memang "Bukan Telepon Biasa"
Beberapa waktu lalu saya ber-HP Nokia mendaftar Flexi ke Yantel dengan sistem pascabayar. Petugas saya anggap kurang profesional, terlihat dari pengetahuannya tentang produk serta membingungkan. Dikatakan kartu untuk pascabayar sudah habis, pesawat tersebut banyak problem serta Nokia katanya tidak koordinasi dengan Telkom. Akhirnya saya menggunakan sistem prabayar dengan pulsa Rp 50.000. Suatu saat saya menghubungi layanan untuk isi ulang, cek pulsa tetapi tidak bisa. Saya ke 147 dan dijawab operator, kasusnya akan diteruskan ke Surabaya. Beberapa hari kemudian saya hubungi lagi dan mendapat jawaban memang jenis pesawat tersebut tidak bisa untuk mengakses *99. Untuk isi ulang harus di counter flexi dengan dipindah ke pesawat lain dulu atau ganti lagi dengan pesawat (beli lagi). Kalau tidak bisa kenapa merk Nokia direkomendasi dalam brosur iklan flexi. Dari pada beli pasawat lagi mending ganti kartu operator bila seterusnya layanan Flexi tidak memuaskan. M Hakim
*** Tanggapan YSS
Menanggapi Surat Pembaca Sdr Sutrisno K di Papasan RT 2/RW I Bangsri, Jepara atau masyarakat beberapa waktu lalu, saya jelaskan tentang sistem penyaluran beras untuk program PKP. Bantuan beras PKP merupakan kerja sama antara USAID/CRS dan Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) Semarang, yang dilaksanakan di desa-desa. Beras diberikan kepada setiap KK (sebagai pekerja PKP) sebanyak 50 kg dengan bekerja selama 5 jam setiap hari selama 20 hari kerja/bulan untuk dikonsumsi keluarga pekerja (tidak dijual). Jenis pekerjaan yang dapat diusulkan (dibantu) adalah renovasi prasarana umum di pedesaan. Usulan lewat pemdes/kecamatan setempat ke kantor YSS. Untuk tahun 2004 ada 9 lembaga yang menjadi mitra kerja CRS untuk melaksanakan program PKP yaitu YSS Semarang, Yayasan Lintas Yogyakarta, YSBD Sleman, LBK-UB Boyolali, IFC Grobogan, IFC Semarang, IFC Tegal, YTI Wonosobo dan IFC Purbalingga. Wilayah kerja binaan YSS Semarang, di Kendal dan Kabupaten Semarang meliputi 6 desa yaitu Desa Sidomukti, Pagergunung, Surokonto Wetan, Gebangan, Peron dan Desa Mendongan. Bagi yang tertarik dan akan mengajukan permohonan, mohon maaf kami tidak dapat memenuhi. Saat ini hanya dapat memberikan bantuan kepada 6 desa binaan tersebut. FX Soepono HS *** Saran untuk KBIH Muhammadiyah
Saya anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah tahun 2004 yang bergabung dalam kloter 52 SOC. Mulanya saya menduga hanya membuang-buang biaya, sebab Depag sudah mengatur kelompok sebelum para calon haji berangkat. Ternyata saya merasakan manfaatnya mengikuti bimbingan tersebut. Saya terbantu karena dilayani sejak pendaftaran di bank, di Kandepag, manasik, di tanah suci sampai kembali. Ketika wukuf di Arafah dibimbing memahami diri, berserah diri, berdzikir, berdoa dan bermunajad kepada Allah. Saat thawaf, dibimbing agar merasakan nikmatnya memahami dan menghayati prosesi itu. Jamaah juga dibimbing berziarah/berorientasi ke Armina Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Jabal Nur. Sebelum melaksanakan haji juga ke masjid Kucing, masjid Jin, Ma'la, masjid Ji'ranah, masjid Tan'im (tempat Miqat) dan musium Kakbah (tempat pembuatan kiswah kakbah), dan ziarah/tour ke Jedah Laut Merah, masjid Apung, masjid Qishas, makam Hawa dan Cornis Balad. Selama manasik 22 kali dibimbing untuk menjadi haji yang mandiri bahkan bisa membantu bagi yang membutuhkan. Dan yang penting selama di tanah suci tidak dipungut biaya lagi kecuali biaya yang telah dibayarkan dan disepakati bersama. Saran dan usul kepada calon jamaah haji mendatang mohon membekali diri dengan ilmu manask yang memadai. Kepada KBIH Muhammadiyah agar dibenahi soal perimbangan menyusun regu dan rombongan, serta peningkatan pelayanannya. Mardiyoso |