
| Rabu, 7 April 2004 | Sala |
PDI-P Masih Teratas, PAN KeduaKOTA - Perekapan hasil pemungutan suara di Kota Solo terus berjalan lambat. Hingga kemarin, belum semua PPS menyelesaikan seluruh perhitungan. Hanya Serengan yang sudah menyelesaikan perhitungan di tingkat PPS. Ada tujuh PPS di wilayah itu, yakni Tipes, Serengan, Kemlayan, Danukusuman, Kratonan, Joyotakan, dan Jayengan. Di wilayah Banjarsari, baru lima PPS, yaitu Ketelan, Manahan, Kestalan, Setabelan, dan Timuran. Delapan PPS yang lain belum selesai. Adapun di Jebres, baru dua PPS yang selesai, yakni Kepatihan Kulon dan Purwodiningratan. Di Pasarkliwon, yang sudah selesai yakni PPS Joyosuran, Semanggi, dan Pasarkliwon. Enam PPS yang lain masih dalam proses. Lalu, di Laweyan, yang sudah menyelesaikan penghitungan baru Sondakan. "Mudah-mudahan nanti setelah isya selesai," kata salah seorang petugas, kemarin. Dari tambahan perhitungan di beberapa PPS itu, PDI-P mendulang 19.745 suara, disusul PAN 8.875 suara, dan Golkar 6.451 suara. Partai Demokrat (PD) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) terus membikin kejutan dengan menyodok di urutan keempat (6.288 suara) dan kelima (5.748). Partai Demokrat yang sebelumnya bertengger di urutan ketiga setelah PDI-P dan PAN kemarin mulai digeser oleh Partai Golkar, meski hanya terpaut sedikit. Adapun perolehan tiga besar suara DPD, Mangkunegoro IX masih unggul dengan mengumpulkan 13.325 suara, disusul Drs Dahlan Rais MHum 5.121 suara, dan Ir Budi Santoso 1.832 suara.
Dibandingkan dengan jumlah suara yang sudah dilaporkan di KPU, penghitungan suara yang langsung di PPS jauh lebih cepat. Angka di KPU Kota Surakarta sampai kemarin baru mengumpulkan rekapan tidak lebih dari lima TPS. Menurut data di KPU, PDI-P baru mengumpulkan 3.375 suara, PAN (1.794), Golkar (1.363), PD (1.179), dan PDS (1.148). Disinkronkan Lambatnya perekapan di KPU disebabkan penghitungan suara di setiap jenjang selalu disinkronkan dengan perolehan suara hasil catatan para saksi dan pemantau pemilu. "Jadi wajar kalau yang dilaporkan ke jenjang di atasnya mesti jauh lebih sedikit karena dipastikan mengalami verifikasi ulang, perekapan lagi satu per satu, dan setelah sinkron baru diumumkan ke media. Kalau media kan bisa langsung mengambil ke PPS, jadi mungkin sudah lebih banyak. Kita tidak ingin nanti perhitungan suara menjadi lain-lain," kata Suharsono SH, seorang anggota KPU Surakarta. (an,G11,sri,G13,G18-86e) |