logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Sala  
Line

Banyak Pemilih Pindah Alamat

Ribuan Kartu Pemilih Menumpuk di KPU

MANAHAN - KPU Surakarta hingga Rabu (7/4) kemarin telah menerima 5.000 lebih kartu pemilih yang tidak sampai ke pemiliknya. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat lantaran belum seluruh tempat pemungutan suara (TPS) mengembalikan sisa kartu pemilih ke KPU.

"Hingga hari ini KPU telah menerima 5.000 lebih kartu pemilih yang tidak sampai ke pemiliknya. Kami masih menunggu kiriman dari beberapa TPS lainnya, karena masih banyak yang belum diserahkan ke KPU," kata Drs Wiranto MCom, anggota KPU Surakarta, kemarin.

Kartu pemilih tersebut tidak sampai, ujar dia, karena sebagian besar pemiliknya sudah pindah alamat. Misalnya, mahasiswa yang telah lulus kuliah memilih pulang ke kampung. Selain itu, ada yang telah meninggal dunia, kurang umur, atau salah ketik.

"Misalnya, salah menuliskan RT dan RW di kartu pemilih. Karena petugas tidak menemukan pemilih di alamat yang tertera, tentu tidak sampai ke pemiliknya."

Sebelumnya, KPU telah meminta seluruh KPPS untuk segera mengembalikan kartu pemilih yang tidak sampai tersebut menjelang pelaksanaan pemilu.

Dengan demikian, tidak timbul kekhawatiran kartu pemilih tersebut digunakan untuk mencoblos, baik memilih anggota legislatif, dewan perwakilan daerah (DPD), maupun presiden.

Agus Prasetyo, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, mengakui hingga kemarin masih menyimpan kartu pemilih yang tidak sampai ke pemilihnya.

"Ada sekitar 50-an, kami akan segera mengembalikan setelah menyelesaikan laporan kami ke KPU. Sebab saat ini kami masih disibukkan administrasi pencoblosan lalu," kata Agus. Dia menyatakan penyebab kartu pemilih tiu tidak sampai antara lain pindah alamat, meninggal dunia, atau salah ketik.

Tidak Mengubah

Meski ketidaksampaian kartu pemilih tersebut menyebabkan jumlah pemilih di Solo berkurang, Wiranto menyatakan itu tidak mengubah jumlah kursi yang sudah ditetapkan untuk anggota legislatif di Solo. "Jatah 40 kursi legislatif sudah ditetapkan. Jadi adanya kartu pemilih yang tidak digunakan itu tidak akan memengaruhi keputusan yang sudah ada."

Wiranto menyayangkan tidak digunakannya kartu pemilih tersebut, mengingat masih banyak warga Solo yang belum terdaftar sebagai pemilih. Tepat sehari sebelum pencoblosan (Minggu, 4/4), jelas Wiranto, KPU masih menerima ratusan warga yang memiliki hak tapi tidak mendapatkan kartu pemilih.

"Bahkan sampai hari H pencoblosan (Senin 5/4) lalu pun, masih banyak warga ke sini. Puluhan warga datang sambil menunjukkan fotokopi KTP atau KK. Intinya mereka meminta KPU mengeluarkan kartu pemilih saat itu juga," tuturnya.

Terang saja KPU tidak bisa menerima permintaan tersebut, mengingat batas waktu pendaftaran diri sebagai pemilih sudah habis.(G13-86i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA