logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Sala  
Line

Bantuan Rp 50 Ribu, Sewa Tenda Rp 150 Ribu

BANYAK hal yang menarik mewarnai pelaksanaan pencoblosan pemilu yang secara nasional digelar serentak, Senin lalu. Betapa tidak? Secara riil dana pengadaan tempat pemungutan suara (TPS) dari pemerintah hanya Rp 50.000, tetapi ada TPS yang harus menyewa tenda kajang sampai Rp 150.000.

Berarti tombok? ''Ya jelas nombok,'' kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonogiri Kota, H Saikan BA.

Dia memuji tumbuhnya kepedulian masyarakat dalam menyikapi pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2004 ini. Sebab tingkat partisipasi masyarakat tidak terbatas pada kesadaran mencoblos, tetapi juga rela memberikan iuran dana untuk mendukung pengadaan TPS.

Seperti di salah satu TPS di Kampung Kajen, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota. Karena kesulitan mencari rumah besar yang memiliki ruangan luas untuk penyelenggaraan pencoblosan, ditempuh cara memasang tambahan tenda kajang seluas 100 m2, terutama untuk penyediaan ruang tunggu para calon pemilih.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Djito menjelaskan, sewa tenda kajang memerlukan biaya Rp 150.000. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari dana pengadaan TPS dari KPU, yang hanya Rp 50.000.

Sementara itu, menurut Saikan, biaya pendukung untuk pengadaan TPS ditunjang dari dana swadaya masyarakat. Ada yang diambilkan dari dana kas Pembinaan Kesejahteraan Keluraga (PKK), uang kas Rukun Tetangga (RT) atau kas Rukun Warga (RW). Ada pula yang berinisiatif memungut iuran dari donatur yang dianggap mampu dan memiliki kepedulian tinggi pada pemilu.

''Itu sebagaimana yang terjadi di perkampungan Wonokarto,'' tuturnya.

Lurah Sumardjo mengatakan, untuk Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota didirikan 23 TPS yang tersebar di Lingkungan Kerdukepik, Gerdu, Salak, Sanggrahan, Kedungringin, dan Kajen. Tetapi tidak seluruh TPS harus memasang tenda. Seperti di TPS 10 Gerdu, tempat Bupati H Begug Poernomosidi SH bersama 296 pemilih ikut mencoblos, meminjam gedung badminton Sasana Garuda Giri. Kalaupun diterima bantuan Rp 50.000, uang itu bukan untuk sewa gedung tetapi dimanfaatkan guna biaya kebersihan.

Untuk menghemat pengeluaran dana pengadaan TPS, warga di Lingkungan Kaloran memakai ruangan gedung pertemuan PKK, dan di TPS Lingkungan Cubluk meminjam rumah Ny Sutedjo dan rumah Ny Suwarmin. Di rumah Ny Suwarmin, meski harus menambah tenda, cukup dipancangkan deklit tanpa harus menyewa tenda kajang.

Karena keterbatasan dana, KPPS di TPS 16 Lingkungan Sanggrahan, Kelurahan Giripurwo, sengaja tidak memasang tenda tambahan. Tetapi cukup mengandalkan emperan rumah Ny Sumiyadi. Sementara para calon pemilih disediakan kursi tempat duduk ruang tunggu langsung di halaman, tanpa peneduh.

Dapat Pinjaman

Beruntung, selama pelaksanaan pencoblosan cuaca ramah dan tidak turun hujan. Meski mendung selalu menggayut sejak pagi. Ikut antre mencoblos antara lain Drs Hamid Noor Yasin, yang juga caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (DP) 1 Wonogiri.

Bagi TPS 12 dengan Ketua KPPS RM Karmo DS BA, mendapat pinjaman cuma-cuma rumah dengan ruangan luas milik bupati yang berada di Lingkungan Salak. Demikian juga TPS 15 Lingkungan Sanggrahan, Kelurahan Giripurwo, mendapat pinjaman aula ruang pertemuan SD Negeri 1.

Ketua KPU Drs Joko Purnomo mengatakan, di Kabupaten Wonogiri didirikan 2.926 TPS yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan. ''Dukungan Pemkab terhadap kesuksesan Pemilu 2004 cukup besar, khususnya untuk operasional KPPS. Sebab ada bantuan dari dana APBD Wonogiri Rp 2,87 miliar, APBD Provinsi Jateng Rp 62,5 juta, dan bantuan tidak langsung dari APBD kabupaten Rp 7 miliar.(Bambang Pur-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA