logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Sala  
Line

Teras

Yang Tak Terpilih Evaluasi Diri

PESTA demokrasi Pemilu 2004 baru saja lewat. Kampanye yang ingar-bingar sudah berakhir, dan pemilihan parpol serta calon anggota legislatif baru saja dilakukan.

Para calon anggota legislatif masih menunggu kepastian, apakah akan terpilih atau tidak. Sebab, saat ini penghitungan suara masih dilakukan. Semua orang sedang menunggu partai mana yang mendapat suara terbanyak.

Yang mendapat suara banyak sudah pasti senang. Tetapi yang memperoleh suara sedikit diminta tak berkecil hati. Begitulah nasihat Ketua PC NU Klaten Drs H Syamsuddin Asyrofi MHum. Berikut petikan wawancara dengannya.

Bagaimana sebaiknya caleg bersikap?

Bagi caleg yang terpilih tentu perlu sikap arif. Bagaimanapun dengan sistem pemilu sekarang, caleg yang terpilih secara langsung ataupun tidak langsung mendapat kontribusi suara dari caleg lain. Dia juga harus menghargai kontribusi pemilih, yang belum tahu cara pemilihan yang baru, sehingga hanya mencoblos gambar partai.

Bagi yang tak jadi?

Walaupun tidak jadi, ini bukan merupakan akhir dari perjuangan. Sebaiknya mereka melakukan evaluasi diri secara kritis, mengapa tidak terpilih. Apakah karena track record yang kurang baik, atau ada syarat lain yang kurang atau karena komitmen terhadap masyarakat belum memadai.

Banyak pemilih yang tak kenal calegnya?

Pemilih juga harus melakukan koreksi diri, apakah caleg pilihannya orang yang tepat, apakah dia bisa menjadi tempat menyalurkan aspirasi. Tetapi apa pun hasilnya, kita harus bisa menerima caleg yang sudah terpilih.

Tetapi, caleg ditentukan partai?

Karena itu, partai juga harus melakukan evaluasi diri. Perekrutan caleg perlu dievaluasi mekanisme atau kualifikasinya, kan ada caleg yang sebenarnya diminati masyarakat tetapi mendapat nomor urut besar.

Bagaimana dengan pemilu presiden nanti?

Menurut saya, pada pemilu presiden ada kecenderungan anggota partai tertentu tidak memilih calon presiden yang dicalonkan oleh partainya.

Mengapa?

Orang akan menilai calon presiden berdasarkan beberapa faktor. Di samping dukungan partai, track record calon juga menjadi bahan pertimbangan. Kalau bisa kita kan memilih presiden yang bisa memayungi bangsa ini, teruji oleh sejarah dan pluralis dalam hidup. Yang tak kalah penting, berpihak pada masyarakat kecil.

Lalu?

Menurut saya, siapa yang akan memenangi pemilu masih belum bisa diperkirakan. Mungkin nanti akan banyak orang yang kecele, yang dikira menang justru tidak. Kita tunggu saja. (Merawati Sunantri-49k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA