logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Sala  
Line

Penganiaya Simpatisan PDI-P Diburu

  • Diminta Menyerahkan Diri

SRAGEN-Tim Reskrim Polres masih melakukan pencarian terhadap pelaku penganiaya Arifin Diun (42), simpatisan PDI-P warga Desa Wonotolo Kecamatan Gondang, Sragen. Korban Sabtu (3/4) lalu mengalami babak belur akibat dikeroyok tiga simpatisan Partai Golkar, sehingga harus dirawat di RSI Amal Sehat Jl Veteran.

Korban menyatakan tidak bisa menerima perlakuan terhadapnya dan menyerahkan perkara itu ke polisi.

Dari ketiga pelaku, saksi korban hanya mengenali Joko alias Kodok (40), pengemudi jip CJ-7 yang mengantar tiga pelaku menganiaya Arifin di depan Balai Desa Wonotolo.

''Kami masih mengejar para pelaku. Kalau mereka tidak menyerahkan diri akan kami kejar sampai kapan pun,'' tandas Kapolres AKBP Drs Charles Himler Ngili, kemarin.

Ketiga pelaku dan saksi Joko Kodok yang diduga mengetahui kejadiannya, kini tengah dikejar polisi.

Menurut berbagai kabar, Joko Kodok masih bersembunyi di Kampung Mageru, sedangkan ketiga pelaku sudah kabur ke luar kota. Sebuah sumber mengatakan, ketiga pelaku kabur ke Surabaya.

Kasat Reskrim AKP Widjiono SH juga menyatakan masih melacak jip CJ-7 warna kuning, yang diduga milik Ketua DPD Partai Golkar Drs Sri Busono dan dipakai para pelaku saat terjadi penganiayaan di Desa Wonotolo.

Barang Bukti

Sejak para pelaku pemukulan diuber polisi, jip CJ-7 warna kuning yang biasa nongkrong di depan rumah Drs Sri Busono dan kerap dipakai Joko Kodok, satgas partai, kini tak kelihatan lagi. Polisi menduga mobil itu sengaja disembunyikan.

Biasanya mobil itu mondar-mandir di Sragen. ''Jip itu menjadi barang bukti penting dalam perkara penganiayaan tersebut,'' kata Widjiono.

Kapolres mengatakan, kasus penganiayaan yang menimpa Arifin Diun murni kriminal. Perkara itu sangat berbeda dari kasus penyebaran pamflet yang mendiskreditkan Partai Golkar, yang dilakukan oleh Sekretaris DPC PDI-P Ir Hery Sanyoto dan lima rekannya di Desa Sukodono Kecamatan Sukodono.

Secara terpisah, keluarga pelaku pemukulan Arifin mengaku gelisah, karena setelah menganiaya mereka meninggalkan rumah tanpa pamit.

Mereka berharap pucuk pimpinan Partai Golkar Drs Sri Busono dan Sekretaris Agus Fatchur Rahman SH ikut campur tangan menyelesaikan persoalan itu.

''Saya berharap persoalan Wonotolo diselesaikan secara damai dan keluarga kami bisa pulang,'' tutur seorang keluarga pelaku kebingungan. (nin-49k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA