
| Rabu, 7 April 2004 | Sala |
Pembunuh Asih Terpicu Minuman Keras
SOLO-Meski Riki alias Kerang (18) yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan telah tertangkap Kamis (24/3) lalu di Kampung Gebang, Kadipiro, Banjarsari, polisi masih terus mengembangkan penyidikan. Upaya tersebut untuk mengorek motif hingga alasan tersangka tega menghabisi nyawa Asih Nurtiningsih (17), siswa SMEA Batik, Solo. Untuk mengumpulkan hasil penyidikan, sejak Selasa (6/4) malam Tim Psikolog Polda Jateng memeriksa Riki. Meski pemeriksaan masih berlangsung hingga kemarin siang, motif kejahatan Riki membunuh korban bukan faktor psikologis atau gangguan kejiwaan. Namun menurut Kabag Psikologi Polda Jateng AKBP Drs Purnomo, kenekatan tersangka membunuh korban sehabis memerkosa karena pengaruh minuman keras. Berdasarkan pemeriksaan yang menggunakan peralatan diagnosis itu, selain pengaruh minuman keras, kehidupan kelam yang dialami tersangka juga sangat mendukung aksi kekerasannya. Sangat Perlu Menyinggung perlunya pemeriksaan menggunakan alat diagnostik, hal itu menurut AKBP Purnomo sangat perlu untuk mendukung penyelidikan secara ilmiah. Namun, lanjut dia, tidak semua bentuk perkara menggunakan alat tersebut. "Masa ada pencuri ayam harus menjalani pemeriksaan psikologi," paparnya. Kondisi tersangka yang tidak mengalami gangguan kejiwaan rupanya tidak menyulitkan tim penyidik dari Polda Jateng. Hanya, AKBP Purnomo belum dapat menjelaskan terperinci hasil pemeriksaan yang memakan waktu hingga dua hari.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung di ruang khusus Mapolresta Surakarta, tim psikologi Polda Jateng yang berjumlah tiga personel tidak mengalami hambatan sewaktu mengajukan berbagai item pertanyaan kepada Riki. Dalam pemeriksaan tersebut juga terkuak kekejaman Riki lantaran hidupnya di daerah Kadipiro, Banjarsari, Solo tanpa pengawasan orang tua.(G11,san-14c) |