
| Rabu, 7 April 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Mega Datang, PDI-P Kembali MemimpinJAKARTA- Presiden Megawati Soekarnoputri, Rabu kemarin, mengunjungi Pusat Tabulasi Nasional Pemilu (PTNP) 2004. Dalam kunjungannya di lokasi yang berada di Hotel Borobudur tersebut, Presiden didampingi Menlu Hasan Wirayuda, Meneg Kominfo Syamsul Muarif, dan Mendagri Hari Sabarno. Begitu tiba di Hotel Borobudur pada pukul 13.50, Mega langsung bertemu dengan Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin dan Ketua Pokja Teknologi Informasi KPU Chusnul Mar'iyah. Kemudian, rombongan Presiden diantar ke ruang utama Pusat Tabulasi. Yang menarik, beberapa menit menjelang kedatangan Presiden, perolehan suara sementara PDI-P yang pada pukul 13.29 berada di peringkat kedua di bawah Partai Golkar, tiba-tiba naik dan menduduki peringkat pertama. Presiden yang memasuki ruang utama, langsung tersenyum melihat hasil yang menggembirakan dirinya itu. Kenaikan perolehan suara sementara PDI-P tersebut memang menjadi fenomena yang menarik, karena dari perolehan suara yang masuk pada pukul 13.35 adalah 18.297.908, posisi pertama diduduki PDI-P dengan 3.743.007 suara (20,45%). Posisi kedua diduduki Partai Golkar dengan 3.648.612 (19,94%), ketiga PKB 2.515.892 (13,74%), Partai Persatuan Pembangunan 1.475.852 (8,06%), Partai Demokrat 1.470.990 (8,03%), Partai Keadilan Sejahtera 1.345.711 (7,35%), dan Partai Amanat Nasional 1.113.095 (6,08%). Setelah melakukan pembicaraan dengan tim IT KPU yang terdiri atas Oemry dan Basuki Suhardiman, Megawati mengadakan pembicaraan tertutup dengan Nazaruddin dan Chusnul di ruang VIP. Pembicaraan hanya berlangsung singkat dan Megawati langsung pulang tanpa memberikan pernyataan apa pun. Jateng dan Jatim Kepada wartawan seusai pertemuan dengan Presiden, Nazaruddin mengatakan, Presiden Megawati tidak mau berkomentar atas perolehan suara sementara PDI-P yang kembali memimpin. ''Beliau sangat proporsional, kan baru 3%, kok dikomentari,'' tuturnya. Nazaruddin mengemukakan, Presiden menilai fasilitas yang dimiliki PTNP 2004 sudah bagus. Dia menyebutkan, kalaupun di sana-sini masih banyak kekurangan, Presiden bisa memaklumi mengingat hal itu baru kali pertama di Indonesia. Mengenai perolehan suara PDI-P yang tiba-tiba melonjak sesaat sebelum Presiden berkunjung ke PTN Pemilu 2004, Nazaruddin menegaskan, hal itu murni adanya, sama sekali tidak terkait dengan unsur politis dengan kunjungan Mega ke Pusat Tabulasi. ''Tidak benar (isu-Red) itu semua. Ini karena ada data baru yang masuk dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, kebetulan dari dua provinsi tersebut PDI-P yang terbanyak masuk,'' jelasnya.(F4-88j) |