
| Rabu, 7 April 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
COBLOSANTak Ada Namanya, Caleg Komplain
BANDUNG-Merasa namanya tertukar dengan sesama caleg dari PPP untuk DPR RI dalam daftar perolehan suara, caleg Kurdi Mukri komplain ke KPU Jabar, Rabu (7/4). Dia sepertinya khawatir perolehan suaranya nyasar dan mengganggu langkahnya ke Senayan. Untuk daerah pemilihan (Dapil) 2 Bandung, nomor urut pertama seharusnya tertulis namanya, tapi kabarnya malah terisi caleg nomor urut yang sama dari Dapil 1 Bandung dan Cimahi, Budiman Somawinata. Maka ditemuilah anggota KPU, Ferry Kurnia, yang kebetulan ada di kantornya. Ferry yang kedatangan Kurdi Moekri berusaha memenanginya. Kemungkinan besar kesalahan itu dilakukan KPU Pusat dalam pengolahan data. ''Meski begitu jangan khawatir, data yang masuk tidak akan nyasar. Karena saat entri data, coblosan terhadap nomor urut caleg yang menjadi patokan, dalam hal ini untuk Kurdi Mukri, meski namanya orang lain.'' (dwi-64t)
6 Kecamatan Belum Setor
KLATEN-Sebanyak enam kecamatan dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten belum menyetorkan perolehan suara Pemilu 5 April lalu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten sampai Rabu (7/4) malam. Baru ada 17 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang menyetorkan hasil sementara perhitungan suara. ''Sampai saat ini ada enam kecamatan yang sama sekali belum menyetorkan hasil perolehan suara. Di antaranya kecamatan Wedi, Bayat, Manisrenggo, Trucuk dan Kalikotes,'' kata anggota KPU Klaten Drs Suharso, kemarin. Dijelaskan, saat ini KPU baru menerima hasil penghitungan suara dari 17 PPK dan 900 Tempat pemungutan Suara (TPS). Padahal secara keseluruhan ada 3.072 TPS di Klaten, sehingga urutan hasil penghitungan sementara perolehan suara masih bisa berubah.(F5-64)
Kelelahan, Ketua KPPS Meninggal
SEMARANG-Berita duka ikut menyelimuti proses Pemilu 2004 di Semarang. Seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Mulyanto (55), meninggal dunia. Almarhum diduga mengalami kelelahan setelah menjalankan tugasnya di tempat pemungutan suara (TPS) 13 Kelurahan Pleburan Kecamatan Semarang Selatan. Anggota KPU Kota Semarang Nurul Akhmad SH MH, semalam menjelaskan sesuai penuturan keluarga almarhum dan anggota KPPS lain, pada Senin (5/4) sekitar pukul 24.00, Mulyanto masih memimpin rapat penghitungan suara di TPS-nya. Setelah itu masih tetap berada di TPS sampai sekitar pukul 02.00 dini hari. Karena merasa kelelahan, Mulyanto akhirnya pulang dan istirahat. Pada Rabu (7/5) sekitar pukul 17.00, almarhum yang merasakan sakit dibawa ke RS Roemani. Namun Tuhan berkehendak lain. Sekitar pukul 17.15, Mulyanto meninggal dunia. ''Diperkirakan almarhum kelelahan,'' kata Nurul. (G7-64) |