logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Barcode, Sistem Baru Perhitungan Suara

SEMARANG-Kegagalan sistem komputerisasi KPU selama perhitungan dan distribusi suara, menjadi pengalaman berharga agar tidak terulang kembali pada pemilu mendatang. Sebenarnya banyak sekali sistem teknologi informasi (TI) yang dapat membantu proses kalkulasi data suara yang lebih cepat dan akurat.

Dalam sebuah diskusi ringan di Kantor LKBN Antara Semarang, Rabu pagi (7/4), Richard Sun, spesialis sistem konfigurasi TI , memperkenalkan penggunaan sistem barcode dalam proses penyelenggaraan pemilu. ''Penggunaan sistem barcode menjanjikan hasil lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan sistem TI yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini,'' tuturnya.

Sistem barcode, kata dia, diterapkan dan dipasang pada kartu pemilih dan surat suara pemilu, layaknya sebuah kartu Automatic Teller Machine (ATM). ''Para pemilih tinggal memasukkan kartu yang ber-barcode yang dimilikinya pada masing-masing partai dan nama caleg, serta kepada nama atau nomor calon DPD pilihannya. Begitu simpel dan mudah, namun keamanan dan akurasinya sangat terjamin,'' katanya.

Sun yang berpengalaman menangani sistem TI di sejumlah perusahaan besar itu menyatakan, dengan surat suara bersistem barcode, KPU juga bisa menekan biaya cetak untuk surat suara. Sebab, setiap TPS hanya butuh satu perangkat surat suara yang disediakan dalam bilik suara.

Dia juga mengilustrasikan kemudahan penggunaan sistem ini dalam pemilu, seperti kasir di supermarket yang meng-input data (harga) barang yang dibeli konsumen melalui detektor yang terhubungkan dengan komputer.

''Hasil gesekan atau sentuhan kartu yang ber-barcode pada detektor elektronik yang bertuliskan partai, caleg, dan calon DPD, secara langsung akan direkam pada database surat suara di komputer. Data itu selanjutnya bisa langsung terkirim ke KPU Pusat,'' jelasnya.

Secara sederhana, kata dia, fungsi barcode ini menggantikan paku sebagai alat pencoblos. Barcode ini juga dipasang pada kartu pemilih, dan dibuat berbeda antara identitas pemilih yang satu dan lainnya. ''Sistem barcode bisa menghemat biaya puluhan miliar rupiah dibandingkan dengan sistem TI yang dipakai KPU untuk pemilu kali ini, yang konon menelan dana Rp 200 miliar.'' (H2-64t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA