
| Rabu, 7 April 2004 | Olahraga |
Kolev Butuhkan Rekaman Tim Sri LankaJAKARTA-Pelatih kepala timnas senior Ivan Venkov Kolev membutuhkan rekaman pertandingan kesebelasan Sri Langka, tim ketiga yang akan dihadapi Indonesia pada babak penyisihan Grup 8 Pra-Piala Dunia 2006 Zona Asia. Rekaman pertandingan itu, kata Kolev, akan memudahkan dirinya dalam menetapkan fokus. Dia mengakui telah dijanjikan memperoleh rekaman pertandingan calon lawannya tersebut. Rekaman itu rencananya diberikan oleh Federasi Sepak Bola Turkmenistan ''Pihak Turkmenistan menjanjikan rekaman pertandingan ketika mereka mengalahkan Sril Lanka di pertandingan pertama penyisihan grup dulu. Mereka berjanji akan memberikannya setelah kita kembali ke Indonesia, meski sampai sekarang belum kita peroleh,'' katanya, melalui penerjemahnya, Erik. Pada partandingan perdananya, Turkmenistan mengalahkan Sri Langka 2-0 di kandang lawan, bersamaan dengan saat Indonesia dikalahkan Arab Saudi 0-3 di Riyadh. Ketika kemudian Indonesia harus menyerah 1-3 pada Turkmenistan, 31 Maret lalu, Sril Lanka sempat memberikan perlawanan keras pada Arab Saudi sebelum kalah 0-1. Partai Indonesia versus Sri Lanka akan digelar 9 Juni mendatang di Bontang, Kalimantan Timur. Merujuk pada kekalahan tipis Sri Langka dari Turkmenistan dan juga Arab Saudi, Kolev menyebut itu menunjukkan Sri Langka tak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun Indonesia akan menjadi tuan rumah, pertandingan diperkirakan akan tetap berlangsung ketat. Karenanya, Kolev memandang penting rekaman pertandingan calon lawan itu. Piala Asia Dia mengakui, jika sejak awal mengetahui pola atau karakter permainan Turkmenistan serta Sri Langka, hal itu akan mempermudah dirinya dalam menyusun program latihan. Masalahnya, hingga saat menghadapi Turkmenistan, dia belum memiliki rekaman pertandingan salah satu tim pecahan Uni Soviet itu. Pentingnya mengetahui kekuatan lawan itu juga dikemukakannya ketika berbicara mengenai persiapan timnya untuk putaran-final Piala Asia, pertengahan Juli mendatang di Shenzen, Cina. Dia juga belum punya rekaman pertandingan dari tim Qatar dan Bahrain, yang akan menjadi lawan Indonesia di penyisihan grup. Padahal, lanjutnya, dia sudah mengajukan permohonan rekaman pertandingan Bahrain dan Qatar itu ke PSSI semenjak Januari lalu. Mengapa sampai sekarang belum memperolehnya? ''Tanya saja ke manajer tim,'' kata Kolev, yang diwawancara di luar ruangan kerja manajer tim Andi Darussalam Tabussala di sekretariat PSSI Senayan. Disinggung tentang peluang timnya menghadapi Sri Lanka di pertandingan kandang pertama penyisihan Grup 8 Zone Asia Pra Piala Dunia 2006, disebutnya timnya harus meraih tiga angka. ''Saya tidak melihat pentingnya pertandingan itu diadakan di Jakarta atau luar Jakarta, yang jelas kita harus menang,'' tegasnya. Kiper Dia akan mempertahankan materi tim yang dibawanya ke Ashgabat, Turkmenistan. Dengan kata lain, ke-19 pemain yang dibawa ke Ashgabat akan menjadi kerangka tim, sekalipun dia masih tetap melihat penampilan para pemain di klubnya masing-masing. Kolev mengisyaratkan akan melakukan pemanggilan sebanyak 24 pemain, termasuk dua kiper, Hendro Kartiko dan Jendri Christian Pitoy. ''Saya sudah cukup lama di sini, jadi sebenarnya sudah cukup tahu kemampuan masing-masing pemain,'' katanya, ketika ditanya tentang kemungkinan memanggil sebanyak mungkin pemain sekaligus untuk dipersiapkan ke putaran final Piala Asia. Kolev juga secara tersirat mengatakan dia cukup puas dengan penampilan timnya sewaktu menghadapi Turkmenistan. Namun demikian, lanjutnya, para pemain depannya masih belum cukup baik untuk menyelesaikan serangan. (wgm-22) |