
| Rabu, 7 April 2004 | Berita Utama |
12 Marinir AS Tewas di IrakBAGDAD - Pasukan koalisi yang dipimpin AS terus bertempur sengit di berbagai tempat di Irak melawan gerilyawan Suni dan milisi Syiah, Rabu kemarin. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, 12 anggota USMC (marinir AS) tewas Selasa malam (Rabu pagi WIB) ketika gerilyawan menyerang Kantor Gubernur Ramadi. Ramadi adalah jantung pertahanan kaum Suni di bagian barat Bagdad. Pertempuran di Ramadi tercatat paling banyak meminta korban di kalangan pasukan AS, sejak negara itu menginvasi Irak dan menggulingkan Saddam Hussein, setahun lalu. Dengan demikian, sekitar 30 serdadu AS tewas dalam pertempuran sejak Minggu lalu. Seorang tentara Ukrania dan seorang serdadu Salvador juga tewas dalam bentrokan dengan milisi Syiah di Fallujah. Gedung Putih mengatakan, kehilangan nyawa para serdadu tersebut tidak akan melemahkan tekadnya. "Tekad kami sudah tegas. Tekad kami tidak tergoyahkan, dan kami pasti menang," kata Scott McClellan, jubir Gedung Putih, dengan angkuhnya. Di Fallujah, para dokter mengatakan 36 orang tewas Selasa lalu. Pasukan USMC menggelar operasi besar-besaran di kota itu, setelah empat kontraktor sipil Amerika tewas dibantai dan dimutilasi secara mengenaskan, pekan lalu. Di antara korban tewas Irak itu terdapat 25 warga sipil di sebuah rumah yang, menurut warga setempat, dihancurkan oleh serangan helikopter tempur Amerika. Jubir militer AS di Bagdad tidak mau berkomentar tentang kejadian tersebut. Pertempuran sengit berkobar lagi di Fallujah, Rabu kemarin. Berondongan senjata berat dan ledakan-ledakan terdengar selama laporan langsung televisi Al Jazeera dari kota itu. Pejabat pertahanan AS juga mengatakan, banyak warga Irak tewas dalam pertempuran di Ramadi. Warga setempat di Fallujah mengatakan, sebuah helikopter AS ditembak jatuh. Namun militer Amerika, seperti penyangkalan biasanya, mengatakan tidak punya informasi mengenai helikopter jatuh tersebut. Bisa seperti Vietnam Di mana-mana di Irak, para pengikut ulama Syiah Moqtada Sadr bertempur bahu-membahu dengan pasukan asing di wilayah selatan, antara lain Nassiriyah, Amara, dan Kut. Mereka bertekad akan terus mengobarkan pemberontakan terhadap pemerintahan pendudukanm Amerika. Sebanyak 130 orang telah tewas dalam berbagai pertempuran sejak Minggu lalu. Pejabat rumah sakit mengatakan, lima warga Iran dan tiga Irak tewas Selasa malam ketika pasukan asing melancarkan tembakan ke kendaraan mereka dekat Karbala. Perlawanan kaum Syiah menimbulkan kecemasan Washington, jangan-jangan pasukan AS yang selama ini menjadi sasaran serangan gerilya Suni (pengikut Saddam), akan terjerumus ke dalam perang gerilya seperti Vietnam. Bentrokan senjata menghadapi kaum Syiah membuka front baru bagi pasukan pimpinan AS, yang mencoba menciptakan ketenangan di negara itu menjelang penyerahan kekuasaan kepada pemerintahan Irak, 30 Juni mendatang. Sadr menyerukan kepada seluruh rakyat Irak, apa pun aliran agama mereka, untuk mengusir para penjajah. "Pemberontakan ini menunjukkan rakyat Irak tidak puas pada pendudukan. Mereka takkan menerima penindasan," katanya. Menlu Irak Hoshiyar Zebari, yang berada di London untuk mengadakan perundingan dengan PM Inggris Tony Blair, mengatakan ribuan lagi pasukan internasioanl mungkin diperlukan untuk menjaga ketertiban. Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld mengatakan, jika para komandan militer di lapangan meminta tambahan pasukan, mereka akan mendapatkannya dengan segera. Tentara Koalisi Ditangkap Presiden AS George W Bush mengatakan, pemberontakan para pendukung Sadr tidak akan berdampak para rencana Washington. "Kami tetap akan menyerahkan kekuasaan pada 30 Juni," katanya, di Arkansas. Suatu jajak pendapat di AS menunjukkan, dukungan atas cara Bush menangani Irak hanya mencapai angka 40, sedangkan 44 persen responden menginginkan pasukan Amerika ditarik pulang dari Irak. Sementara itu Qays al-Khazali, pembantu utama Moqtada Sadr, kemarin mengatakan para pengikut ulama radikal Syiah tersebut telah menangkap sejumlah serdadu koalisi pimpinan AS, selama bentrok senjata di sejumlah kota Irak. "Pasukan kami telah menangkap beberapa tentara pendudukan di jalan," kata al-Khazali, dalam konferensi pers di Najaf, kota suci muslim Syiah. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut. Konferensi pers tersebut disiarkan oleh stasiun televisi Lebanon, al-Manar, yang merupakan corong kelompok gerilyawan Hizbullah. Sebuah helikopter AS kemarin jatuh di kota Baqubah, 65 kilometer di utara Bagdad, kata para saksi mata. Mereka mengatakan, berondongan tembakan terdengar di tempat kejadian setelah helikopter itu jatuh.(rtr-ben-30) |