logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 7 April 2004 Berita Utama  
Line

"Kami Paksa Mereka Buat Kesalahan"

  • Monaco Hentikan Real Madrid
RAYAKAN KEMENANGAN: Kapten AS Monaco, Ludovic Giuly merayakan kemenangan menyusul kemenangan 3-1 atas Real Madrid pada laga kedua perempat final Liga Champions Eropa di Monaco, kemarin. Berkat dua gol Giuly, Monaco menembus semifinal dan jumpa Chelsea. (59)

MONACO - Pelatih AS Monaco Didier Deschamps mengatakan, timnya sukses menghentikan Real Madrid, karena para pemainnya berhasil memaksa klub favorit Spanyol itu melakukan beberapa kesalahan fatal. Pada laga kedua perempat final Liga Champions Eropa di Monaco, Rabu dini hari WIB itu, tim tuan rumah menang 3-1.

Dengan hasil itu, skor keseluruhan menjadi imbang 5-5, karena pada pertemuan pertama Real unggul 4-2. Namun pasukan Deschamps yang berhak lolos ke semifinal lantaran lebih produktif ketika bermain di kandang lawan.

Pada semifinal yang dimainkan dua seri, Monaco jumpa Chelsea yang sukses mendepak Arsenal (berita di halaman 13). Partai semifinal digelar 20-21 April dan 4-5 April mendatang.

"Seusai babak pertama saya memberitahu mereka untuk mengguncang lebih keras. Kami paksa mereka melakukan kesalahan-kesalahan," tutur Deschamps yang pernah menjadi kapten Prancis.

Taktik itu terbayar tuntas ketika Fernando Morientes, yang dipinjam dari Real, membuat skor menjadi 2-1 pada menit ke-48. Ludovic Giuly mencetak gol keduanya malam itu pada menit ke-66. Gol pertama Giuly tercipta di menit ke-45.

Tim tamu lebih dulu memimpin pada menit ke-36 lewat Raul Gonzalez. Hasil ini membuat klub raksasa itu tinggal berharap juara di kompetisi domestik.

"Saya pikir hal yang sangat penting adalah menemukan keseimbangan dalam bertahan dan menyerang yang gagal kami capai selama pertandingan pertama," kata Deschamps lagi.

Tetap Didukung

Kendati gagal bertahan, pelatih Real Carlos Queiroz tetap didukung manajemen. Direktur Olahraga Jorge Valdano secara terang-terangan masih berada di belakang coach dari Portugal itu.

Queiroz yang baru musim ini menangani Raul dan kawan-kawan menggantikan Vicente del Bosque, tampak sangat terpukul. Impian merebut Liga Champions yang ke-10 pupus sudah.

"Kami tak menyangka akan begini jadinya. Kami punya banyak keuntungan setelah mencetak gol, tetapi lawan mampu bangkit secara luar biasa," ujar Queiroz yang sebelumnya adalah asisten Alex Ferguson di Manchester United.

Los Galacticos memang kalah trengginas di lapangan tengah. Absennya David Beckham membuat kinerja lini penghubung kurang maksimal.

Sebaliknya, Monaco tampil kesetanan. Giuly membuktikan diri sebagai "nyawa" dengan permainan penuh kreasi. Aksi Giuly juga diimbangi Morientes yang "dibuang" Queiroz dari Santiago Bernabeu. Dengan sebuah gol ke gawang Iker Casillas, striker ini benar-benar menuntaskan "dendamnya". Pada partai pertama, Morientes pun menyumbang gol kedua yang sangat bermanfaat bagi Monaco. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA